Rekonstruksi pembunuhan janda dicor dalam drum
Kamis, 20 Maret 2014 - 17:42 WIB
Rekonstruksi pembunuhan janda dicor dalam drum
A
A
A
Sindonews.com - Masih ingat kasus pembunuhan sadis seorang janda yang mayatnya dimasukkan dalam drum dan dicor semen, di Kediri, Jawa Timur? Hari ini, aparat kepolisian dari Polres Kediri Kota melakukan rekonstruksi kasus yang sempat menghebohkan masyarakat tersebut.
Dalam rekonstruksi, diperagakan 37 adegan. Mulai dari tersangka datang bersama korban, kemudian membunuhnya dengan cara mencekik dan membenturkan kepala korban. Lalu, memasukkan jenazah korban ke dalam drum dan mengecornya.
Rekonstruksi diperankan langsung oleh pelaku pembunuhan Ahmad Zainul Ibad, di rumah orangtuanya, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto. Sementara korbannya Eko Rovita, diperankan oleh orang lain.
Rekonstruksi diawali dengan kedatangan Ibad dan korban dengan sepeda motor. Keduanya masuk dalam rumah dan terjadi percekcokan soal jual beli mobil milik korban yang tidak segera dibayar. Korban yang jengkel kemudian menampar pelaku. Dari sinilah kemudian pelaku marah dan mendorong korban hingga jatuh dari tempat tidur.
Korban terlentang di lantai dan dicekik pelaku. Tampak korban sempat berontak, dan kepalanya dibenturkan ke lantai hingga tewas. Pelaku sempat mendengarkan denyut jantung korban untuk memastikan korban sudah meninggal.
Selanjutnya, pelaku membawa jenazah korban dan memasukkannya ke dalam drum, lalu mengecornya dengan semen yang dicampur pasir dan potongan potongan kain. Kemudian, pelaku melarikan diri.
Terungkapnya kasus pembunuhan sadis ini, dari kecurigaan warga dengan bau busuk yang menyengat. Setelah warga melaporkan ke polisi dan mencari asal bau tersebut, diketahui ada mayat seorang perempuan di dalam drum yang sudah dicor. Setelah membongkar drum dan mengeluarkan jenazah, dilakukan penyelidikan.
Hasilnya, polisi menangkap Ahmad Zainul Ibad. Rekonstruksi ini menjadi perhatian warga sekitar yang ingin melihat secara langsung, bagaimana pembunuhan sadis itu terjadi.
Kasus ini bermula ketika mobil korban dijualkan oleh pelaku untuk diganti dengan mobil jenis lain. Karena mobil korban sudah dibawa pelaku, sementara mobil gantinya belum dikirim, korbanpun jengkel dan meminta uang penjualan mobilnya.
Akibat persoalan itulah, keduanya terlibat saling cekcok dan berujung pada pembunuhan korban oleh pelaku.
Baca juga:
Mayat dalam drum ditemukan warga
Dalam rekonstruksi, diperagakan 37 adegan. Mulai dari tersangka datang bersama korban, kemudian membunuhnya dengan cara mencekik dan membenturkan kepala korban. Lalu, memasukkan jenazah korban ke dalam drum dan mengecornya.
Rekonstruksi diperankan langsung oleh pelaku pembunuhan Ahmad Zainul Ibad, di rumah orangtuanya, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto. Sementara korbannya Eko Rovita, diperankan oleh orang lain.
Rekonstruksi diawali dengan kedatangan Ibad dan korban dengan sepeda motor. Keduanya masuk dalam rumah dan terjadi percekcokan soal jual beli mobil milik korban yang tidak segera dibayar. Korban yang jengkel kemudian menampar pelaku. Dari sinilah kemudian pelaku marah dan mendorong korban hingga jatuh dari tempat tidur.
Korban terlentang di lantai dan dicekik pelaku. Tampak korban sempat berontak, dan kepalanya dibenturkan ke lantai hingga tewas. Pelaku sempat mendengarkan denyut jantung korban untuk memastikan korban sudah meninggal.
Selanjutnya, pelaku membawa jenazah korban dan memasukkannya ke dalam drum, lalu mengecornya dengan semen yang dicampur pasir dan potongan potongan kain. Kemudian, pelaku melarikan diri.
Terungkapnya kasus pembunuhan sadis ini, dari kecurigaan warga dengan bau busuk yang menyengat. Setelah warga melaporkan ke polisi dan mencari asal bau tersebut, diketahui ada mayat seorang perempuan di dalam drum yang sudah dicor. Setelah membongkar drum dan mengeluarkan jenazah, dilakukan penyelidikan.
Hasilnya, polisi menangkap Ahmad Zainul Ibad. Rekonstruksi ini menjadi perhatian warga sekitar yang ingin melihat secara langsung, bagaimana pembunuhan sadis itu terjadi.
Kasus ini bermula ketika mobil korban dijualkan oleh pelaku untuk diganti dengan mobil jenis lain. Karena mobil korban sudah dibawa pelaku, sementara mobil gantinya belum dikirim, korbanpun jengkel dan meminta uang penjualan mobilnya.
Akibat persoalan itulah, keduanya terlibat saling cekcok dan berujung pada pembunuhan korban oleh pelaku.
Baca juga:
Mayat dalam drum ditemukan warga
(san)