Gunakan kentongan jika terjadi bencana
Rabu, 19 Maret 2014 - 02:25 WIB
Gunakan kentongan jika terjadi bencana
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Haryadi, mengingatkan warga menerapkan kewaspadaan penuh terhadap bencana alam. Itu demi menghindarkan warga jadi korban bencana.
"Masyarakat sekarang harus siaga terhadap kemungkinan bencana," kata Haryadi, Selasa (18/3/2014).
Keberadaan pos kamling di daerah pun diharapkan benar-benar dimaksimalkan. Pos kamling itu bisa jadi salah satu solusi untuk menghindarkan warga jadi korban bencana.
Kentongan yang biasa ada di pos kamling sebaiknya difungsikan dengan baik untuk mengingatkan warga jika ada potensi terjadi bencana. "Kentongan itu bisa dipakai untuk mengingatkan warga," ucapnya.
Bunyi dari kentongan itu bermacam-macam dan memiliki arti tersendiri. Tapi secara umum, jika kentongan dibunyikan terus-menerus, itu menunjukkan kondisi dalam bahaya. Hal itu yang menurutnya harus disosialisasikan aparat pemerintah daerah pada warganya.
Selain kentongan, warga juga bisa memaksimalkan fasilitas lain untuk mengingatkan warga. "Banyak yang bisa digunakan, misalnya lewat pengeras suara di masjid atau sirine yang ada di sekitar lokasi," jelas Haryadi.
"Masyarakat sekarang harus siaga terhadap kemungkinan bencana," kata Haryadi, Selasa (18/3/2014).
Keberadaan pos kamling di daerah pun diharapkan benar-benar dimaksimalkan. Pos kamling itu bisa jadi salah satu solusi untuk menghindarkan warga jadi korban bencana.
Kentongan yang biasa ada di pos kamling sebaiknya difungsikan dengan baik untuk mengingatkan warga jika ada potensi terjadi bencana. "Kentongan itu bisa dipakai untuk mengingatkan warga," ucapnya.
Bunyi dari kentongan itu bermacam-macam dan memiliki arti tersendiri. Tapi secara umum, jika kentongan dibunyikan terus-menerus, itu menunjukkan kondisi dalam bahaya. Hal itu yang menurutnya harus disosialisasikan aparat pemerintah daerah pada warganya.
Selain kentongan, warga juga bisa memaksimalkan fasilitas lain untuk mengingatkan warga. "Banyak yang bisa digunakan, misalnya lewat pengeras suara di masjid atau sirine yang ada di sekitar lokasi," jelas Haryadi.
(lns)