Pengamat: DKI harus kaji lebih dalam soal metro kapsul
Rabu, 19 Maret 2014 - 07:51 WIB
Pengamat: DKI harus kaji lebih dalam soal metro kapsul
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Pemprov DKI untuk membangun metro kapsul nampaknya harus dikaji lebih dalam lagi. Ini untuk mengetahui apakah metro capsule sudah bersinergi dengan angkutan umum lainnya.
Pengamat perkotaan, Yayat Supriyatna menilai metro kapsul yang digadang-gadang menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta harus bersinergi dengan transportasi makro di Jakarta.
"Ide ini harus bersinergi dengan monorel, Transjakarta, kereta api, dan lain sebagainya," katanya saat dihubungi Sindonews, Selasa 18 Maret 2014.
Yayat mengatakan, Pemprov DKI harus melakukan kajian intensif untuk mengetahui posisi metro kapsul terhadap moda transportasi makro yang ada di Jakarta.
"Idenya cukup baik sebenarnya, harusnya lebih dikoordinasikan, diberitahukan kepada warga DKI kalau memang nanti sudah jelas semuanya baru diimplementasikan," katanya.
Sinergi ini bertujuan untuk mengetahui apakah nanti tumpang tindih seperti yang sudah terjadi pada Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB).
"BKTB kan dalam prakteknya tidak bersinergi dengan angkutan-angkutan umum yang sudah ada sejak lama sehingga kerap terjadi gesekan," terangnya
Baca juga:
Jokowi ganti monorel dengan metro kapsul
Pengamat perkotaan, Yayat Supriyatna menilai metro kapsul yang digadang-gadang menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta harus bersinergi dengan transportasi makro di Jakarta.
"Ide ini harus bersinergi dengan monorel, Transjakarta, kereta api, dan lain sebagainya," katanya saat dihubungi Sindonews, Selasa 18 Maret 2014.
Yayat mengatakan, Pemprov DKI harus melakukan kajian intensif untuk mengetahui posisi metro kapsul terhadap moda transportasi makro yang ada di Jakarta.
"Idenya cukup baik sebenarnya, harusnya lebih dikoordinasikan, diberitahukan kepada warga DKI kalau memang nanti sudah jelas semuanya baru diimplementasikan," katanya.
Sinergi ini bertujuan untuk mengetahui apakah nanti tumpang tindih seperti yang sudah terjadi pada Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB).
"BKTB kan dalam prakteknya tidak bersinergi dengan angkutan-angkutan umum yang sudah ada sejak lama sehingga kerap terjadi gesekan," terangnya
Baca juga:
Jokowi ganti monorel dengan metro kapsul
(ysw)