Sepi peminat, Bus Begawan Abiyasa hanya jadi pajangan
Selasa, 18 Maret 2014 - 17:52 WIB
Sepi peminat, Bus Begawan Abiyasa hanya jadi pajangan
A
A
A
Sindonews.com - Bus Begawan Abiyasa, yang dioperasikan khusus untuk kaum difabel tidak berjalan maksimal. Bus itu sepi peminat meski sudah diresmikan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo, empat bulan lalu.
Kepala YPAC Kota Solo, Endang Murtiningsih mengatakan, bus tersebut sepi peminat karena aksesbilitasnya yang sulit.
Menurut dia, kaum difabel suli menaiki bus itu lantaran aksesbilitasnya terlalu tinggi. Sehingga kaum difabel yang menggunakan bus itu harus dibantu orang lain. "Itu kan bus untuk kaum difabel, tapi kok kaum difabel susah untuk menaikinya," ucapnya.
Pihaknya justru mempertanyakan keseriusan pengelola bus yang ingin memanfaatkannya untuk kaum difabel.
Menurutnya, jika pengelola serius, maka aksesbilitas itu bakal diganti menjadi yang lebih mudah. Apalagi masukan itu sudah diberikan oleh kaum difabel sejak bus itu diluncurkan beberapa waktu lalu.
"Sejak awal kita sudah memberikan masukan agar aksesnya diganti yang lebih mudah, agar nantinya kaum difabel nyaman menggunakan bus ini," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan, Dishubkominfo Solo Sri Indarjo enggan berkomentar banyak mengenai minimnya pengguna bus Begawan Abiyasa itu.
Pihaknya hanya menegaskan saat ini penataan bus kaum difabel itu dilakukan secara bertahap.
Pembenahan aksesbilitas itu lanjut dia, bakal dilakukan dikemudian hari. Ia mengatakan untuk saat ini Bus Begawan Abiyasa diparkirkan di Terminal Tirtonadi. Jika nantinya ada yang ingin menggunakan bus itu bisa menghubungi Dishubkominfo atau pihak terminal.
Secara terpisah Kasubag Tata Usaha, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal, Joko Sutriyanto menyebutkan, saat ini Bus Begawan Abiyasa lebih sering terparkir di terminal.
Dia juga membenarkan jika bus tersebut sepi peminat, hal itu terlihat dari minimnya order untuk menggunakan bus tersebut.
"Ada dua unit, semuanya kita simpan di terminal, kita lakukan perawatan secara berkala, meskipun tidak ada peminatnya," ucapnya.
Kepala YPAC Kota Solo, Endang Murtiningsih mengatakan, bus tersebut sepi peminat karena aksesbilitasnya yang sulit.
Menurut dia, kaum difabel suli menaiki bus itu lantaran aksesbilitasnya terlalu tinggi. Sehingga kaum difabel yang menggunakan bus itu harus dibantu orang lain. "Itu kan bus untuk kaum difabel, tapi kok kaum difabel susah untuk menaikinya," ucapnya.
Pihaknya justru mempertanyakan keseriusan pengelola bus yang ingin memanfaatkannya untuk kaum difabel.
Menurutnya, jika pengelola serius, maka aksesbilitas itu bakal diganti menjadi yang lebih mudah. Apalagi masukan itu sudah diberikan oleh kaum difabel sejak bus itu diluncurkan beberapa waktu lalu.
"Sejak awal kita sudah memberikan masukan agar aksesnya diganti yang lebih mudah, agar nantinya kaum difabel nyaman menggunakan bus ini," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan, Dishubkominfo Solo Sri Indarjo enggan berkomentar banyak mengenai minimnya pengguna bus Begawan Abiyasa itu.
Pihaknya hanya menegaskan saat ini penataan bus kaum difabel itu dilakukan secara bertahap.
Pembenahan aksesbilitas itu lanjut dia, bakal dilakukan dikemudian hari. Ia mengatakan untuk saat ini Bus Begawan Abiyasa diparkirkan di Terminal Tirtonadi. Jika nantinya ada yang ingin menggunakan bus itu bisa menghubungi Dishubkominfo atau pihak terminal.
Secara terpisah Kasubag Tata Usaha, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal, Joko Sutriyanto menyebutkan, saat ini Bus Begawan Abiyasa lebih sering terparkir di terminal.
Dia juga membenarkan jika bus tersebut sepi peminat, hal itu terlihat dari minimnya order untuk menggunakan bus tersebut.
"Ada dua unit, semuanya kita simpan di terminal, kita lakukan perawatan secara berkala, meskipun tidak ada peminatnya," ucapnya.
(ilo)