Jokowi ganti monorel dengan metro kapsule?
Senin, 17 Maret 2014 - 20:08 WIB
Jokowi ganti monorel dengan metro kapsule?
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berniat mengganti pembangunan proyek monorel dengan metro kapsule. Karena, proyek monorel itu dinilai tak jelas perkembangannya.
"Ini kita lagi pelajari dahulu, soalnya Pak Gubernur (Joko Widodo) baru kasih ke saya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Senin (17/3/2014).
Kata Ahok, metro kapsul memiliki teknologi yang murah dan efisien sebagai angkutan massal bagi warga DKI Jakarta. Selain itu lebih murah, tiang yang digunakan lebih sedikit, tapi daya angkut penumpangnya lebih banyak.
"Tadi Pak Gubernur kasih lihat yang baru, ini lebih murah dan bisa angkut orang lebih baik," katanya.
Walaupun begitu, kata politikus Partai Gerindra ini, Pemprov DKI Jakarta belum bisa memastikan, apakah metro kapsul bisa menggantikan proyek Jakarta Monorel sebagai solusi untuk kemacetan di ibu kota.
"Seminggu dahulu, nanti kalau gimana-gimananya baru kita panggil dia (JM)" katanya.
Ahok ogah membeberkan pihak yang menawarkan metro kapsul kepada Jokowi. Karena mantan Wali Kota Solo itu juga tak memberitahukannya. "Saya enggak tahu, Pak Gubernur enggak bilang dari siapa, cuma saya disuruh pelajari itu saja," ujarnya.
"Ini kita lagi pelajari dahulu, soalnya Pak Gubernur (Joko Widodo) baru kasih ke saya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Senin (17/3/2014).
Kata Ahok, metro kapsul memiliki teknologi yang murah dan efisien sebagai angkutan massal bagi warga DKI Jakarta. Selain itu lebih murah, tiang yang digunakan lebih sedikit, tapi daya angkut penumpangnya lebih banyak.
"Tadi Pak Gubernur kasih lihat yang baru, ini lebih murah dan bisa angkut orang lebih baik," katanya.
Walaupun begitu, kata politikus Partai Gerindra ini, Pemprov DKI Jakarta belum bisa memastikan, apakah metro kapsul bisa menggantikan proyek Jakarta Monorel sebagai solusi untuk kemacetan di ibu kota.
"Seminggu dahulu, nanti kalau gimana-gimananya baru kita panggil dia (JM)" katanya.
Ahok ogah membeberkan pihak yang menawarkan metro kapsul kepada Jokowi. Karena mantan Wali Kota Solo itu juga tak memberitahukannya. "Saya enggak tahu, Pak Gubernur enggak bilang dari siapa, cuma saya disuruh pelajari itu saja," ujarnya.
(ysw)