Program-program Jokowi dinilai masih 'mentah'
Senin, 17 Maret 2014 - 19:25 WIB
Program-program Jokowi dinilai masih 'mentah'
A
A
A
Sindonews.com - Program-program yang direncanakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dinilai belum matang. Pasalnya, hingga kini belasan program tersebut hingga kini belum dikerjakan dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Santoso. Dia juga menilai, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu tidak mempunyai pakem perencanaan yang matang untuk sebuah program.
"Jangan main jalan saja, akibatnya seperti ini. Lebih baik dimatangkan terlebih dahulu ketimbang buru-buru dan hasilnya seperti sekarang ini, terlebih beliau akan pergi meninggalkan program-programnya," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/3/2014).
Selain itu, kata Santoso, pengawasan yang dilakukan instansi terkait yang ditunjuk Jokowi masih lemah. Sebagai pemimpin harusnya Jokowi mengevaluasi dan memberi ketegasan kepada para bawahannya agar mengevaluasi dan mengawasinya lebih ketat.
"Pada intinya kalau terjadi penyimpangan, inspektoratnya meski jalan. Kita sebagai anggota dewan juga akan jalan. Kalau ada yang tidak beres terus dievaluasi dan jangan dahulu ditinggalkan," tukas politikus Partai demokrat ini.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Boy Sadikin mengakui, program-program Jokowi belum dapat dirasakan dengan baik oleh masyarakat. Tapi, hal itu bukanlah kelemahan pengawasan yang ada pada Jokowi, melainkan sulitnya bekerja sama dengan pemerintah pusat.
Menurutnya, kendala yang paling utama mengenai implementasi program Jokowi adalah tidak adanya kerja sama yang baik dengan pemerintah pusat. Sebab, selama ini masalah di Jakarta seperti kemacetan dan kebanjiran sebagian besar merupakan kewenangan pemerintah pusat.
"Membangun Jakarta tidak terlepas dari provinsi lainnya. Ini yang menjadi kendala dari zaman ke zaman, tidak adanya kerja sama," tegasnya.
Sekadar diketahui, belum genap dua tahun Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Tapi, mantan Wali Kota Solo itu menerima mandat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjadi capres pada Pemilu 2014 dari partai tersebut.
Baca:
Lemah pengawasan, program Jokowi 'mandek'
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Santoso. Dia juga menilai, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu tidak mempunyai pakem perencanaan yang matang untuk sebuah program.
"Jangan main jalan saja, akibatnya seperti ini. Lebih baik dimatangkan terlebih dahulu ketimbang buru-buru dan hasilnya seperti sekarang ini, terlebih beliau akan pergi meninggalkan program-programnya," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/3/2014).
Selain itu, kata Santoso, pengawasan yang dilakukan instansi terkait yang ditunjuk Jokowi masih lemah. Sebagai pemimpin harusnya Jokowi mengevaluasi dan memberi ketegasan kepada para bawahannya agar mengevaluasi dan mengawasinya lebih ketat.
"Pada intinya kalau terjadi penyimpangan, inspektoratnya meski jalan. Kita sebagai anggota dewan juga akan jalan. Kalau ada yang tidak beres terus dievaluasi dan jangan dahulu ditinggalkan," tukas politikus Partai demokrat ini.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Boy Sadikin mengakui, program-program Jokowi belum dapat dirasakan dengan baik oleh masyarakat. Tapi, hal itu bukanlah kelemahan pengawasan yang ada pada Jokowi, melainkan sulitnya bekerja sama dengan pemerintah pusat.
Menurutnya, kendala yang paling utama mengenai implementasi program Jokowi adalah tidak adanya kerja sama yang baik dengan pemerintah pusat. Sebab, selama ini masalah di Jakarta seperti kemacetan dan kebanjiran sebagian besar merupakan kewenangan pemerintah pusat.
"Membangun Jakarta tidak terlepas dari provinsi lainnya. Ini yang menjadi kendala dari zaman ke zaman, tidak adanya kerja sama," tegasnya.
Sekadar diketahui, belum genap dua tahun Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Tapi, mantan Wali Kota Solo itu menerima mandat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjadi capres pada Pemilu 2014 dari partai tersebut.
Baca:
Lemah pengawasan, program Jokowi 'mandek'
(mhd)