Bangun superblok, Ahok minta warga sabar
Senin, 17 Maret 2014 - 15:34 WIB
Bangun superblok, Ahok minta warga sabar
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengubah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) seperti superblok. Perubahan ini untuk mempermudah para penghuni rusun tersebut.
Perubahan rusunawa menjadi superblok, kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, agar warga rusunawa tidak repot membeli sesuatu di luar area pemukiman, karena di dalam sudah tersedia.
"Jadi ini mirip superblok di SCBD atau di Central Park, tapi di bawahnya itu PKL. Jadi selain 24 jam orang datang buat belanja, penghuni di atas pun pasti turun belanja ke bawah," katanya di Balai Kota Jakarta, Senin (17/3/2014).
Untuk para pedagang yang membuka usaha di bawah rusunawa atau superblok, hanya akan dikenakan pembayaran secara harian. "Selama ini kan PD Pasar Jaya kenakan Rp500 per meter persegi, tapi 20 tahun bayarnya. Nah kalau pasar rakyat ini persis PKL, dihitungnya harian," kata pria yang akrab dipanggil Ahok ini.
Konsep superblok, menurut Ahok, merupakan konsep Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk penataan pemukiman di Jakarta. Namun, dia menyayangkan, sikap warga DKI Jakarta yang tinggal di rusunawa tidak sabar menunggu itu.
"Emangnya gampang bikin pasar terus dipindahkan ke sana. Sabar lah, kan kita baru satu tahun lebih," tutupnya.
Perubahan rusunawa menjadi superblok, kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, agar warga rusunawa tidak repot membeli sesuatu di luar area pemukiman, karena di dalam sudah tersedia.
"Jadi ini mirip superblok di SCBD atau di Central Park, tapi di bawahnya itu PKL. Jadi selain 24 jam orang datang buat belanja, penghuni di atas pun pasti turun belanja ke bawah," katanya di Balai Kota Jakarta, Senin (17/3/2014).
Untuk para pedagang yang membuka usaha di bawah rusunawa atau superblok, hanya akan dikenakan pembayaran secara harian. "Selama ini kan PD Pasar Jaya kenakan Rp500 per meter persegi, tapi 20 tahun bayarnya. Nah kalau pasar rakyat ini persis PKL, dihitungnya harian," kata pria yang akrab dipanggil Ahok ini.
Konsep superblok, menurut Ahok, merupakan konsep Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk penataan pemukiman di Jakarta. Namun, dia menyayangkan, sikap warga DKI Jakarta yang tinggal di rusunawa tidak sabar menunggu itu.
"Emangnya gampang bikin pasar terus dipindahkan ke sana. Sabar lah, kan kita baru satu tahun lebih," tutupnya.
(mhd)