Puluhan eks karyawan segel Gudang Batavia Air

Minggu, 16 Maret 2014 - 16:01 WIB
Puluhan eks karyawan...
Puluhan eks karyawan segel Gudang Batavia Air
A A A
Sindonews.com - Puluhan eks karyawan Batavia Air melakukan aksi demonstrasi ke gudang logistik maskapai penerbangan yang telah pailit tersebut di Pergudangan Bandara Mas, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Dalam aksi tersebut, mereka menyegel gudang logistik dengan mencoretnya menggunakan cat semprot.

Aksi tersebut dilakukan karena penyelesaian aset pailit yang dilelang oleh kurator untuk pembayaran hutang para kreditur menemui banyak kendala. Akibatnya, pesangon para karyawan tidak kunjung diberikan sejak perusahaan itu dinyatakan pailit pada 30 Januari 2013.

"Hal tersebut tentu saja sangat meresahkan eks karyawan. Sebab, jika dibiarkan, maka pesangon untuk 3.000 karyawan hanya berupa impian belaka," ungkap Odie Huditanto kuasa hukum eks karayawan Batavia Air, di Tangerang, Minggsu (16/3/2014).

Dijelaskan Odie, spare part yang di klaim PT Metro Batavia bernilai sekurangnya 200 miliar. Namun, setelah dihitung oleh appraisal independen, ternyata nilainya menyusut, kurang dari Rp50 miliar.

"Yang mengejutkan lagi, Nurmelinda, salah satu kepercayaan debitur yang ditugaskan untuk menjaga gudang spare part itu secara mendadak berhenti pada 3 Maret 2014 kemarin tanpa melakukan serah terima pekerjaan pada kurator. Dan diikuti juga oleh 12 staf yang di bawa dia," ujar Odie.

Untuk itu, kata dia, pihaknya menuntut pertanggungjawaban Nurmelinda dan para stafnya secara hukum atas menyusutnya nilai asset spare part yang sebelumnya di klaim senilai Rp200 miliar.

Selain itu, pihaknya mendatangi Pengadilan Niaga di Jakarta Pusat pada Rabu 19 Maret 2014. Untuk meminta kepada hakim pemutus dan hakim pengawas untuk segera memberikan penetapan terhadap asset milik PT Metro Batavia berupa kantor Pusat Batavia Air di Jalan Juanda, Jakarta Pusat senilai Rp60 miliar serta Gudang Logistik di Pergudangan Bandara Mas senilai Rp20 miliar.

"Dari penjulan kedua asset di atas, maka sudah 50 persen pesangon karyawan senilai Rp150 miliar akan terbayarkan," katanya.

Tidak hanya itu, mereka juga mengancam akan menduduki dan menguasai gedung di Jalan Juanda, Jakarta, sampai proses lelang dilaksanakan dengan target penjualan selambatnya di bulan April 2014.

"Jika sampai Mei 2014 penjualan seluruh harta waris belum mencukupi kewajiban kepada kreditur, terutama untuk pembayaran pesangon, maka kami akan meminta Pusat pelaporan dan analisa transaksi keuangan untuk menelusuri pinjaman dari Bank Muamalat ke PT Metro Batavia," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
Ratusan Buruh Bongkar...
Ratusan Buruh Bongkar Gelar Demo di Gudang Bulog Kelapa Gading
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Massa Buruh Ogah Pulang,...
Massa Buruh Ogah Pulang, KASBI: Kami Bertahan, Menunggu Respons Pemerintah!
Buruh Ancam Gelar Aksi...
Buruh Ancam Gelar Aksi Nasional jika Program Tapera Tak Dibatalkan
May Day 2024, Massa...
May Day 2024, Massa Mulai Bergerak di Jalan MH Thamrin Menuju Patung Kuda
May Day, Massa Buruh...
May Day, Massa Buruh Mulai Long March dari Balai Kota Jakarta ke Patung Kuda
Berita Terkini
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
2 jam yang lalu
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
2 jam yang lalu
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
2 jam yang lalu
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
3 jam yang lalu
Sejumlah Bangunan Rusak...
Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa M 6,7 Palu
3 jam yang lalu
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
3 jam yang lalu
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved