Istri anggota TNI dianiaya dengan batu cincin
Jum'at, 14 Maret 2014 - 20:05 WIB
Istri anggota TNI dianiaya dengan batu cincin
A
A
A
Sindonews.com - Herawati (29), istri seorang anggota TNI menjadi korban pemukulan setelah dirinya menolak membeli jaket dari seorang kurir bernama Urip. Hera mengalami luka di bagian kepala dan matanya setelah dipukuli di depan kios atribut TNI miliknya.
Kepada wartawan, Hera menjelaskan, awalnya pelaku menawari dua jaket kulit dengan harga Rp900 ribu. Pelaku menawarkan jaket tersebut dengan sedikit memaksa.
Karena tidak berminat, Hera kemudian tidak menanggapinya. Merasa tersindir, pelaku kemudian berkata keras ke Hera. Karena sudah tidak nyaman dengan tindakan pelaku, dia pun kemudian mendorong pelaku.
"Tetapi tiba-tiba saya dipukuli di kepala dan kena mata saya. Dia (pelaku) main pukul saja," tutur Hera, Jumat (14/3/2014).
Istri dari Letnan Satu Suhartono ini mengatakan, pelaku juga sempat menantang suaminya yang berdinas di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Awalnya Hera memilih untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun pelaku justru menantang suaminya.
"Saya kesal lantaran pelaku menantang suami saya, dia bilang gue ga takut sama suami lo," ujar ibu beranak dua ini menirukan ucapan pelaku.
Perkataan itulah yang membuat warga Jalan Tanah Tinggi 1, Gang 7, Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru kesal dengan pelaku. Dia juga mengaku dipukul dengan batu cincin oleh pelaku.
"Warga sekitar kios saya langsung mendorong pelaku dan mengamankannya. Saya juga telah melakukan visum di RSCM," ungkapnya.
Kini, kasus penganiyaan tersebut ditangani Polsek Senen. Pelaku dan korban juga masih dimintai keterangan oleh penyidik.
Kepada wartawan, Hera menjelaskan, awalnya pelaku menawari dua jaket kulit dengan harga Rp900 ribu. Pelaku menawarkan jaket tersebut dengan sedikit memaksa.
Karena tidak berminat, Hera kemudian tidak menanggapinya. Merasa tersindir, pelaku kemudian berkata keras ke Hera. Karena sudah tidak nyaman dengan tindakan pelaku, dia pun kemudian mendorong pelaku.
"Tetapi tiba-tiba saya dipukuli di kepala dan kena mata saya. Dia (pelaku) main pukul saja," tutur Hera, Jumat (14/3/2014).
Istri dari Letnan Satu Suhartono ini mengatakan, pelaku juga sempat menantang suaminya yang berdinas di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Awalnya Hera memilih untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun pelaku justru menantang suaminya.
"Saya kesal lantaran pelaku menantang suami saya, dia bilang gue ga takut sama suami lo," ujar ibu beranak dua ini menirukan ucapan pelaku.
Perkataan itulah yang membuat warga Jalan Tanah Tinggi 1, Gang 7, Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru kesal dengan pelaku. Dia juga mengaku dipukul dengan batu cincin oleh pelaku.
"Warga sekitar kios saya langsung mendorong pelaku dan mengamankannya. Saya juga telah melakukan visum di RSCM," ungkapnya.
Kini, kasus penganiyaan tersebut ditangani Polsek Senen. Pelaku dan korban juga masih dimintai keterangan oleh penyidik.
(rsa)