Waspada ayam tiren marak di Klaten

Jum'at, 14 Maret 2014 - 16:25 WIB
Waspada ayam tiren marak...
Waspada ayam tiren marak di Klaten
A A A
Sindonews.com - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Klaten meminta warga untuk mewaspadai peredaran ayam tiren di Kabupaten Klaten.

Karena peredaran ayam itu mulai masuk di wilayah Kabupaten Klaten beberapa hari terakhir.

Kepala UPT RPH Klaten, Murtopo, menyebutkan dalam penelusuran yang dilakukan beberapa hari terakhir ini, timnya menemukan ayam tiren dijual bebas di sejumlah pasar tradisional di Klaten.

Menurutnya ayam itu dijual bersamaan dengan ayam segar sehingga akan mengelabuhi para pembeli.

Murtopo menyebutkan ayam tiren itu sebenarnya tidak layak untuk dikonsumsi, hal itu mengingat banyaknya bakteri yang terkandung dalam ayam tersebut.

“Ayam tiren itu seperti bangkai jadi tidak boleh dikonsumsi dengan alasan apapun,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya meminta agar seluruh warga untuk berhati-hati akan hal tersebut. Pihaknya meminta warga untuk jeli membedakan antara ayam tiren dengan ayam segar.

Ayam segar menurutnya memiliki tekstur yang lebih keras dan warna yang sudah pucat. Selain itu ayam tiren juga memiliki bau yang lebih menyengat dibandingkan dengan ayam segar.

Pihaknya menyebutkan, biasanya ayam tiren itu disembelih oleh para pemilikinya dalam keadaan sudah mati.

Sehingga bekas sayatan pada leher itu akan berbeda jelas dengan sayatan yang ada pada ayam yang disembelih dalam keadaan sehat.

Selain mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, pihaknya juga meminta para pedagang untuk tidak menjual ayam tiren tersebut.

Menurutnya jika nantinya para pedagang masih nekat menjual ayam tiren, pihaknya mengaku tidak akan segaan-segan mengambil tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. “Kalau masih nekat ya nantinya kami akan laporkan mereka ke Polisi,” imbuhnya.

Sementara itu salah seorang pedagang warung makan di Kabupaten Klaten, Rominah, menyebutkan peredaran ayam tiren itru sangat merugikan para penjual makanan.

Pasalnya saat isu ayam tiren berembus, dagangan ayam goreng atau masakan berbahan dasar ayam menjadi tidak laku di pasaran.
(sms)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
52 menit yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
2 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
5 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
7 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
7 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved