Anggaran dibawa kabur mandor, proyek Kampung Deret terhenti

Kamis, 13 Maret 2014 - 21:47 WIB
Anggaran dibawa kabur...
Anggaran dibawa kabur mandor, proyek Kampung Deret terhenti
A A A
Sindonews.com - Proyek pengerjaan Kampung Deret di Jalan Kalibaru Timur, Senen, Jakarta Pusat, terhenti. Pasalnya, anggaran pembangunan dan gaji para kuli dibawa kabur sang mandor.

Rudi Sanusi, salah seorang warga setempat mengatakan, di RW wilayahnya sedikitnya ada 55 rumah yang harus dibangun untuk warga.

Sebelumnya warga sudah menyerahkan iuran untuk pembangunan rumah tersebut, kini terhenti. Puluhan rumah yang dibangun itu meliputi Gang 2, 3 dan 4 Dalam.

"Yang dibangun ada 55 rumah dari 12 RT. Rata-rata rumah dibangun dua lantai," katanya di Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Akibat uang iuran dibawa kabur mandor, ratusan kuli pekerja proyek perumahan Kampung Deret juga mogok bekerja. Mereka enggan meneruskan pembangunan proyek di pemukiman milik warga Kalibaru Timur itu.

Karena itu pada Senin malam lalu, terang Rudi, ratusan kuli dan ketua RW 06 serta warga setempat mendatangi Polsek Senen, Jakarta Pusat, untuk melakukan mediasi. Apalagi gaji para kuli pekerja proyek pembangunan rumah deret harus segera dibayar.

"Pembayaran kuli itu urusan mandor. Tapi ketika gaji mereka tidak dibayarkan, mereka tidak bisa bertemu mandor, jadi mereka bertemu warga," ucapnya.

Rudi kembali menjelaskan, sejumlah warga yang rumahnya mendapatkan pembangunan rumah deret sudah menyetor uang pembayaran kuli ke mandor. Pembayaran tersebut untuk gaji kuli selama satu bulan.

"Warga sudah bayar ke mandor sebesar 40 persen dari tahap pertama. Mandor janjinya satu bulan selesai, dengan pengerjaan satu rumah dengan tiga orang kuli atau tukang. Tapi sampai sekarang, belum ada pembangunan yang selesai," paparnya.

Rudi mengaku, jika rumah pribadinya dibongkar pada tanggal 12 Februari 2014. Kemudian dua hari kemudian, pada tanggal 14 Februari, baru datang tukang. "Pengerjaan sudah sebulan pembangunan belum selesai," keluhnya.

Kapolsek Senen, Kompol Kartono mengatakan, setelah dilakukan mediasi, pihaknya masih mengumpulkan keterangan untuk mengejar tersangka. Pasalnya, setelah membayar setengah baik mandor maupun konsultan penataan kampung tersebut menghilang.

"Kita akan lakukan pengejaran terhadap mandor pembangunan tersebut," ucapnya.
(mhd)
Berita Terkait
Penambahan Rusunawa...
Penambahan Rusunawa Dianggap Perlu untuk Atasi Kawasan Kumuh
Jelang Pembangunan Kampung...
Jelang Pembangunan Kampung Susun Akuarium, 60 KK Akan Direlokasi ke Shelter
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Permukiman, Kementerian PUPR Tata Kawasan Bungkutoko dan Petoaha
DKI Pilih Kampung Akuarium...
DKI Pilih Kampung Akuarium Jadi Penataan Awal Kampung Kumuh
Siap-siap, Rumah Kumuh...
Siap-siap, Rumah Kumuh di Makassar Akan Peroleh Bantuan Rp25 juta
Pembangunan Kampung...
Pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, Anies: Kita Harus Bereskan Kumuhnya
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
7 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
7 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
8 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
14 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
14 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
16 jam yang lalu
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved