Banjir kepung Surabaya
Kamis, 13 Maret 2014 - 19:59 WIB
Banjir kepung Surabaya
A
A
A
Sindonews.com - Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya, Kamis sore (13/3/2014) mengakibatkan banjir di sejumlah ruas jalan.
Banjir ini terjadi tidak hanya di ruas jalan utama, tapi juga di beberapa jalan alternatif. Ketinggian air bervariasi, minimal mencapai betis hingga pinggang orang dewasa.
Sejumlah ruas jalan yang mengalami banjir diantaranya, Jalan Rungkut, Jalan Gunung Sari, Jalan Margorejo, Jalan Opak, Jalan Ciliwung, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Jemursari, Jalan Mayjen Sungkono.
Kemudian beberapa daerah yang terkena banjir seperti Darmo Satelit, Lontar, Simo dan juga Medokan Ayu. Banjir ini mengakibatkan banyak kendaraan, khususnya sepeda motor mogok. Mobil yang nekad menerjang banjir juga mogok karena genangan air.
Berikut beberapa titik genangan air yang terjadi karena hujan deras. Diantaranya, Jalan Mayjend Sungkono, genangan air setinggi lutut orang dewasa.
Jalan Abdul Wahab Siamin (Ruko Villa Bukit mas) banjir, banyak kendaraan mogok. Depan Darmo Park banjir. Banyak kendaraan putar balik.
Akibatnya, Jalan Mayjend Sungkono arah Adityawarman macet. Darmo Satelit, Darmo Harapan banjir setinggi kap mobil Xenia. Depan Ciputra World Surabaya banjir.
Genangan air di daerah Jalan Petemon 3, depan Darmo Trade Center (DTC) arah Terminal Joyoboyo banjir.
Rungkut Mapan, Bratang Gede genangan air setinggi 20 cm, Darmo Indah-Balongsari banjir setinggi 50 cm, Jalan Raya Keputih banjir setinggi 40 cm dan Wonokromo depan DTC.
Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Bambang Setiaji mengatakan, hujan deras yang disertai angin yang terjadi ini cukup wajar. Karena, pada bulan Maret ini merupakan puncak musim hujan.
Sebenarnya, puncak musim hujan di Surabaya ini mengalami keterlambatan. Seharusnya, puncak musim hujan terjadi pada Januari hingga Februari.
Keterlambatan memasuki puncak musim hujan ini akibat badai tropis di Filipina beberapa waktu lalu.
Banjir ini terjadi tidak hanya di ruas jalan utama, tapi juga di beberapa jalan alternatif. Ketinggian air bervariasi, minimal mencapai betis hingga pinggang orang dewasa.
Sejumlah ruas jalan yang mengalami banjir diantaranya, Jalan Rungkut, Jalan Gunung Sari, Jalan Margorejo, Jalan Opak, Jalan Ciliwung, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Jemursari, Jalan Mayjen Sungkono.
Kemudian beberapa daerah yang terkena banjir seperti Darmo Satelit, Lontar, Simo dan juga Medokan Ayu. Banjir ini mengakibatkan banyak kendaraan, khususnya sepeda motor mogok. Mobil yang nekad menerjang banjir juga mogok karena genangan air.
Berikut beberapa titik genangan air yang terjadi karena hujan deras. Diantaranya, Jalan Mayjend Sungkono, genangan air setinggi lutut orang dewasa.
Jalan Abdul Wahab Siamin (Ruko Villa Bukit mas) banjir, banyak kendaraan mogok. Depan Darmo Park banjir. Banyak kendaraan putar balik.
Akibatnya, Jalan Mayjend Sungkono arah Adityawarman macet. Darmo Satelit, Darmo Harapan banjir setinggi kap mobil Xenia. Depan Ciputra World Surabaya banjir.
Genangan air di daerah Jalan Petemon 3, depan Darmo Trade Center (DTC) arah Terminal Joyoboyo banjir.
Rungkut Mapan, Bratang Gede genangan air setinggi 20 cm, Darmo Indah-Balongsari banjir setinggi 50 cm, Jalan Raya Keputih banjir setinggi 40 cm dan Wonokromo depan DTC.
Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Bambang Setiaji mengatakan, hujan deras yang disertai angin yang terjadi ini cukup wajar. Karena, pada bulan Maret ini merupakan puncak musim hujan.
Sebenarnya, puncak musim hujan di Surabaya ini mengalami keterlambatan. Seharusnya, puncak musim hujan terjadi pada Januari hingga Februari.
Keterlambatan memasuki puncak musim hujan ini akibat badai tropis di Filipina beberapa waktu lalu.
(sms)