Kritik bupati, mahasiswa dipentung Satpol PP
Kamis, 13 Maret 2014 - 13:16 WIB
Kritik bupati, mahasiswa dipentung Satpol PP
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIH Watampone, terlibat bentrok dengan Satpol PP. Mahasiswa dianggap menghina Bupati Bone, saat orasi di depan kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan.
Aksi saling dorong tak terelakkan. Mahasiswa yang hanya diterima di jalan, depan kantor bupati bentrok dengan Satpol PP yang berjaga di gerbang masuk Kantor Bupati. Akses jalan sempat macet beberapa menit karena bentrok ini.
Pihak keamanan dari Polres Bone segera melerai dan mensterilkan situasi, sehingga bentrokan tidak berlangsung lama, dan tak ada korban saat bentrok.
Pada saat demo, mahasiswa mengenakan topeng Bupati Bone dan Wakil Bupati Bone dengan posisi gigi yang ompong. Mereka juga menggelar aksi teaterikal di depan kantor bupati yang menggambarkan saat bupati berkampanye dulu dan menjanjikan sejumlah janji politik, seraya mengatakan semua janji bupati adalah bohong.
Koordiantor Aksi Mahasiswa Fadil menilai, Bupati telah gagal menjalankan pemerintahan selama setahun lamanya. Bahkan kontrak politik yang dibangun pada saat kampanye belum ada yang terealisasi satupun.
"Janjinya realisasi 5.000 lapangan pekerjaan, pupuk murah, dan mensejahteraan PNS dan honorer belum terealisasi," ujarnya, kepada wartawan, Kamis (13/3/2014).
Sementara itu, Staff Ahli Bupati Bone Dray Vibrianto yang menemui mahasiswa mengatakan, kalau pemerintah dikritik itu wajar dan memang pemerintah wajib dikritik agar lebih baik, tapi jika menghina pribadi bupati itu adalah persoalan siri' (malu).
"Silakan kritik pemerintah, tapi kalau menghina pribadi bupati saya tidak terima, ini adalah siri' (malu), bupati adalah atasan saya," tegasnya.
Aksi saling dorong tak terelakkan. Mahasiswa yang hanya diterima di jalan, depan kantor bupati bentrok dengan Satpol PP yang berjaga di gerbang masuk Kantor Bupati. Akses jalan sempat macet beberapa menit karena bentrok ini.
Pihak keamanan dari Polres Bone segera melerai dan mensterilkan situasi, sehingga bentrokan tidak berlangsung lama, dan tak ada korban saat bentrok.
Pada saat demo, mahasiswa mengenakan topeng Bupati Bone dan Wakil Bupati Bone dengan posisi gigi yang ompong. Mereka juga menggelar aksi teaterikal di depan kantor bupati yang menggambarkan saat bupati berkampanye dulu dan menjanjikan sejumlah janji politik, seraya mengatakan semua janji bupati adalah bohong.
Koordiantor Aksi Mahasiswa Fadil menilai, Bupati telah gagal menjalankan pemerintahan selama setahun lamanya. Bahkan kontrak politik yang dibangun pada saat kampanye belum ada yang terealisasi satupun.
"Janjinya realisasi 5.000 lapangan pekerjaan, pupuk murah, dan mensejahteraan PNS dan honorer belum terealisasi," ujarnya, kepada wartawan, Kamis (13/3/2014).
Sementara itu, Staff Ahli Bupati Bone Dray Vibrianto yang menemui mahasiswa mengatakan, kalau pemerintah dikritik itu wajar dan memang pemerintah wajib dikritik agar lebih baik, tapi jika menghina pribadi bupati itu adalah persoalan siri' (malu).
"Silakan kritik pemerintah, tapi kalau menghina pribadi bupati saya tidak terima, ini adalah siri' (malu), bupati adalah atasan saya," tegasnya.
(san)