Perampok Indomart di Semarang ditangkap
Selasa, 11 Maret 2014 - 02:28 WIB
Perampok Indomart di Semarang ditangkap
A
A
A
Sindonews.com - Setelah satu bulan lebih buron, satu dari empat pelaku perampokan Indomart Jalan Abdulrahman Saleh Kota Semarang Senin (3/2) berhasil ditangkap.
Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita berbagai barang bukti termasuk satu buah senjata tajam jenis celurit yang digunakan untuk melukai karyawan Indomaret waktu itu.
Tersangka adalah Slamet Riyadi alias Kempong (22), warga Cilosari Dalam kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur. Slamet ditangkap jajaran Reskrim Polsek Semarang Barat, awal Maret lalu.
Dari keterangan Slamet, dirinya sudah empat kali melakukan perampokan itu bersama tiga teman lainnya yang saat ini masih buron, yakni Dower,Mandowik alias Bagong dan Bayu alias Bonyok. Ironisnya, semua aksi tersebut dilakukan dalam jangka waktu kurang dari satu bulan.
"Saya sudah empat kali merampok indomaret dan alfamart di Kota Semarang, semuanya pada bulan Februari 2014," kata Slamet saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Barat, kemarin.
Menurut Slamet, mereka selalu mengincar Indomart maupun Alfamart yang buka 24 jam. Biasanya, aksi mereka dimulai selepas pukul 00.00 WIB.
"Incarannya toko minimarket (Indomart dan Alfamart) yang buka 24 jam. Sebelum melakukan aksi, si Dower pergi ke toko yang telah diincar untuk memastikan kondisi dengan cara pura-pura membeli. Setelah dipastikan sepi dan aman, dia memberikan kode kepada kami untuk melakukan aksi," lanjutnya.
Saat melakukan aksinya itu, Slamet mengaku tidak hanya mengambil uang di kasir dan barang-barang di dalam toko. Dengan mengancam menggunakan senjata tajam, mereka juga menggasak uang yang ada di brangkas yang tersimpan di gudang.
"Kami tahu ada brangkas untuk menyimpan uang sebelum disetorkan. Makanya kami juga mengincar hal itu. Info itu kami dapat dari Mandowik, dia itu dulu pernah bekerja di Indomaret," paparnya.
Dalam setiap aksinya itu, Slamet mengaku bertugas mengambil uang dan barang-barang lainnya seperti rokok dan sebagainya. Setiap berhasil menjarah, ia mendapat jatah Rp2 juta.
"Saya dapat jatah Rp2 juta setiap aksi. Uang itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," pungkas Slamet yang sehari-hari bekerja di pabrik pengolahan es batu dan baru menikah lima bulan lalu itu tertunduk.
Sementara itu, Kapolsek Semarang Barat Kompol Yani Permana mengatakan, Slamet ditangkap di rumahnya pada awal Maret lalu. Slamet merupakan satu dari empat orang pelaku yang melakukan perampokan di Indomart Jalan Abdurrahman Saleh nomor 13 Semarang pada Senin (3/2) silam.
Tak hanya itu, Slamet cs juga telah melakukan perampokan di Alfamart di jalan yang sama dua hari setelahnya, yakni Rabu (5/2).
Yani mengaku akan terus mengembangkan kasus itu termasuk mengejar ketiga tersangka yang saat ini masih buron. Sementara kepada Slamet, dirinya bakal dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. "Hukumannya maksimal sembilan tahun penjara,” pungkas Yani.
Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita berbagai barang bukti termasuk satu buah senjata tajam jenis celurit yang digunakan untuk melukai karyawan Indomaret waktu itu.
Tersangka adalah Slamet Riyadi alias Kempong (22), warga Cilosari Dalam kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur. Slamet ditangkap jajaran Reskrim Polsek Semarang Barat, awal Maret lalu.
Dari keterangan Slamet, dirinya sudah empat kali melakukan perampokan itu bersama tiga teman lainnya yang saat ini masih buron, yakni Dower,Mandowik alias Bagong dan Bayu alias Bonyok. Ironisnya, semua aksi tersebut dilakukan dalam jangka waktu kurang dari satu bulan.
"Saya sudah empat kali merampok indomaret dan alfamart di Kota Semarang, semuanya pada bulan Februari 2014," kata Slamet saat gelar perkara di Mapolsek Semarang Barat, kemarin.
Menurut Slamet, mereka selalu mengincar Indomart maupun Alfamart yang buka 24 jam. Biasanya, aksi mereka dimulai selepas pukul 00.00 WIB.
"Incarannya toko minimarket (Indomart dan Alfamart) yang buka 24 jam. Sebelum melakukan aksi, si Dower pergi ke toko yang telah diincar untuk memastikan kondisi dengan cara pura-pura membeli. Setelah dipastikan sepi dan aman, dia memberikan kode kepada kami untuk melakukan aksi," lanjutnya.
Saat melakukan aksinya itu, Slamet mengaku tidak hanya mengambil uang di kasir dan barang-barang di dalam toko. Dengan mengancam menggunakan senjata tajam, mereka juga menggasak uang yang ada di brangkas yang tersimpan di gudang.
"Kami tahu ada brangkas untuk menyimpan uang sebelum disetorkan. Makanya kami juga mengincar hal itu. Info itu kami dapat dari Mandowik, dia itu dulu pernah bekerja di Indomaret," paparnya.
Dalam setiap aksinya itu, Slamet mengaku bertugas mengambil uang dan barang-barang lainnya seperti rokok dan sebagainya. Setiap berhasil menjarah, ia mendapat jatah Rp2 juta.
"Saya dapat jatah Rp2 juta setiap aksi. Uang itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," pungkas Slamet yang sehari-hari bekerja di pabrik pengolahan es batu dan baru menikah lima bulan lalu itu tertunduk.
Sementara itu, Kapolsek Semarang Barat Kompol Yani Permana mengatakan, Slamet ditangkap di rumahnya pada awal Maret lalu. Slamet merupakan satu dari empat orang pelaku yang melakukan perampokan di Indomart Jalan Abdurrahman Saleh nomor 13 Semarang pada Senin (3/2) silam.
Tak hanya itu, Slamet cs juga telah melakukan perampokan di Alfamart di jalan yang sama dua hari setelahnya, yakni Rabu (5/2).
Yani mengaku akan terus mengembangkan kasus itu termasuk mengejar ketiga tersangka yang saat ini masih buron. Sementara kepada Slamet, dirinya bakal dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. "Hukumannya maksimal sembilan tahun penjara,” pungkas Yani.
(lns)