Pasien ditolak, RSUD Tarakan sebut hoax
Senin, 10 Maret 2014 - 19:08 WIB
Pasien ditolak, RSUD Tarakan sebut hoax
A
A
A
Sindonews.com - Terkait meninggalnya bocah berumur 10 tahun, Andre Safa Gunawan yang diduga ditelantarkan oleh RSUD Tarakan dibantah keras pihak rumah sakit.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Tarakan, Maria Margaretha menjelaskan bahwa pasien memang dibawa ke UGD untuk diperiksa.
"Anaknya jalannya sehat, diperiksa oleh dokter ahli, setelah itu karena bukan sakit yang keras dirujuk ke poli," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Senin (10/3/2014).
Ia menambahkan dan menyayangkan pemberitaan yang berkembang di masyarakat terkait anak tersebut.
"Saya melihat berita koran atau online itu gimana ya, memang pada tahu anaknya tinggal dimana," tanya Maria.
Ia menegaskan bahwa semuanya ada di rekaman CCTV yang dimiliki oleh RSUD Tarakan. Sehingga pihak rumah sakit bisa membuktikan kalau tidak ada penelantaran pasien.
"Tidak ada tuh tolak-tolak pasien, orang yang enggak ada identitasnya saja dibantu kok, jadi tidak benar tuh kalau ditelantarkan," tegasnya.
Ditanya mengenai apakah ada rapat dengan dinas kesehatan, Maria mengatakan nanti pihak RS Tarakan akan memberikan laporan kepada Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
"Nanti kami kasih laporan, nanti saya kabari lagi" tutupnya.
Baca juga:
Dinkes klaim RS Tarakan terbaik
Ahok: RS Tarakan tak mungkin tolak pasien
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Tarakan, Maria Margaretha menjelaskan bahwa pasien memang dibawa ke UGD untuk diperiksa.
"Anaknya jalannya sehat, diperiksa oleh dokter ahli, setelah itu karena bukan sakit yang keras dirujuk ke poli," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Senin (10/3/2014).
Ia menambahkan dan menyayangkan pemberitaan yang berkembang di masyarakat terkait anak tersebut.
"Saya melihat berita koran atau online itu gimana ya, memang pada tahu anaknya tinggal dimana," tanya Maria.
Ia menegaskan bahwa semuanya ada di rekaman CCTV yang dimiliki oleh RSUD Tarakan. Sehingga pihak rumah sakit bisa membuktikan kalau tidak ada penelantaran pasien.
"Tidak ada tuh tolak-tolak pasien, orang yang enggak ada identitasnya saja dibantu kok, jadi tidak benar tuh kalau ditelantarkan," tegasnya.
Ditanya mengenai apakah ada rapat dengan dinas kesehatan, Maria mengatakan nanti pihak RS Tarakan akan memberikan laporan kepada Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
"Nanti kami kasih laporan, nanti saya kabari lagi" tutupnya.
Baca juga:
Dinkes klaim RS Tarakan terbaik
Ahok: RS Tarakan tak mungkin tolak pasien
(ysw)