Ahok: RS Tarakan tak mungkin tolak pasien
Senin, 10 Maret 2014 - 15:53 WIB
Ahok: RS Tarakan tak mungkin tolak pasien
A
A
A
Sindonews.com - Rumah Sakit (RS) Tarakan, Jakarta Pusat, dinilai tidak akan menelantarkan pasiennya. Karena, RS Tarakan merupakan RS terbaik yang dimiliki pemerintah.
"Enggak mungkin ditolak, pasti ada alasan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (10/3/2014).
Terkait bocah 10 tahun yang meninggal karena diduga ditelantarkan rumah sakit itu, pria yang biasa disapa Ahok ini menuturkan, ia belum mengetahui informasi tersebut. Maka itu, sambung dia, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.
"Kita harus cek namanya siapa, ditolaknya kapan, kita harus selidiki lebih dahulu," katanya.
Sekadar diketahui, bocah berusia 10 tahun diduga meninggal dunia karena merasa ditelantarkan Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat. Andre Safa Gunawan menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu 8 Maret 2014.
Ayahanda Andre, Yoga mengatakan, sebelum dibawa ke RS Tarakan, anaknya dibawa ke Klinik Maha Karuna. Karena mengidap penyakit tenggorokan, sambungnya, dirinya langsung membawa Andre ke RS Tarakan.
"Klinik bilang katanya Andre menderita radang tenggorokan, terus saya bawa dia ke RS Tarakan," kata warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini.
Kemudian, ketika dirinya berada di Unit Gawat darurat (UGD) RS Tarakan, ada dokter yang menangani penyakit anaknya itu dan mengatakan, Andre menderita tumor sehingga harus dibawa ke tempat khusus yang menangani tumor.
Walaupun sudah ketahuan penyakitnya, sambung Yogo, pihak rumah sakit bukannya langsung memberikan pertolongan kepada anaknya itu. Malah memintanya untuk pulang ke rumah dan kembali pada Senin 10 Maret 2014.
"Besok Senin saja kembali lagi ke sini," ujar Yoga menirukan perkataan petugas keamanan.
Akhirnya, Andre dibawa pulang oleh keluarga. Namun sayang, saat tiba di rumah Andre menghembuskan nafas terakhirnya. Atas kejadian itu, Yoga hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
"Enggak mungkin ditolak, pasti ada alasan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (10/3/2014).
Terkait bocah 10 tahun yang meninggal karena diduga ditelantarkan rumah sakit itu, pria yang biasa disapa Ahok ini menuturkan, ia belum mengetahui informasi tersebut. Maka itu, sambung dia, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.
"Kita harus cek namanya siapa, ditolaknya kapan, kita harus selidiki lebih dahulu," katanya.
Sekadar diketahui, bocah berusia 10 tahun diduga meninggal dunia karena merasa ditelantarkan Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat. Andre Safa Gunawan menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu 8 Maret 2014.
Ayahanda Andre, Yoga mengatakan, sebelum dibawa ke RS Tarakan, anaknya dibawa ke Klinik Maha Karuna. Karena mengidap penyakit tenggorokan, sambungnya, dirinya langsung membawa Andre ke RS Tarakan.
"Klinik bilang katanya Andre menderita radang tenggorokan, terus saya bawa dia ke RS Tarakan," kata warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini.
Kemudian, ketika dirinya berada di Unit Gawat darurat (UGD) RS Tarakan, ada dokter yang menangani penyakit anaknya itu dan mengatakan, Andre menderita tumor sehingga harus dibawa ke tempat khusus yang menangani tumor.
Walaupun sudah ketahuan penyakitnya, sambung Yogo, pihak rumah sakit bukannya langsung memberikan pertolongan kepada anaknya itu. Malah memintanya untuk pulang ke rumah dan kembali pada Senin 10 Maret 2014.
"Besok Senin saja kembali lagi ke sini," ujar Yoga menirukan perkataan petugas keamanan.
Akhirnya, Andre dibawa pulang oleh keluarga. Namun sayang, saat tiba di rumah Andre menghembuskan nafas terakhirnya. Atas kejadian itu, Yoga hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
(mhd)