Jaksa Agung disambut demo mahasiswa
Senin, 10 Maret 2014 - 15:51 WIB
Jaksa Agung disambut demo mahasiswa
A
A
A
Sindonews.com - Kedatangan Jaksa Agung Basrief Arief di Kejaksaan Tinggi Sulsel disambut demo mahasiswa Makassar.
Sejumlah organisasi lembaga eksternal kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memblokir setengah badan jalan raya di Poros Urip Sumohardjo tepatnya di depan kampus UMI, sekira pukul 13.00 Wita, Senin, (10/3/2014).
Puluhan aksi mahasiswa yang mengenakan seragam kebesaran organisasi warna merah hitam ini melakukan orasi dan memblokade jalan.
Mereka juga memasang spanduk meminta Kejaksaan Agung, menyelesaikan kasus korupsi yang mandek di Kejaksaan Tinggi Sulselbar.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) Jeck, mengatakan kedatangan Jaksa Agung Basrief Arief di Sulawesi Selatan sebuah momentum mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat Sulsel untuk menyampaikan langsung bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel dalam memberantas korupsi harus dievaluasi.
Beberapa kasus korupsi yang kini dalam penangannya pihak Kejati Sulsel seperti berjalan ditempat dan bahkan ada beberapa kasus yang di SP3 kan oleh penyidik Kejati.
"Pemberantasan korupsi di Sulsel sebuah bukti penegakan supremasi hukum masih lemah. Kami meminta agar segera mengevaluasi kinerja Kejati Sulsel agar lebih serius, profesional dan transparan karena ini menimbulkan tanda tanya besar dan kecurigaan dari masyarakat, ada apa dengan pihak Kejati," kata Jeck dihadapan pengguna jalan raya.
Aksi mahasiswa di jalan protokoler Urip Sumohardjo mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas, sehingga pihak kepolisian Sektor Panakukkang menertibkan dan memberikan arahan.
Sebelumnya, kedatangan Jaksa Agung Basrief Arief di Kejaksaan Tinggi Sulsel mendapat pengamanan cukup ketat dari pihak kepolisian.
Di fly over reformasi titik aksi demonstrasi (depan kantor Kejati Sulsel) ditutup dan sejumlah personel seperti Sabhara Polda dan Polrestabes, Brimob Polda Sulsel dengan menggunakan senjata lengkap.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koleksi Anti Korupsi (GAM, Formalk, Kapak SC-UMI) terpaksa menggelar aksi sekitar 500 meter dari Kejati Sulsel atau depan Kampus UMI.
Sejumlah organisasi lembaga eksternal kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memblokir setengah badan jalan raya di Poros Urip Sumohardjo tepatnya di depan kampus UMI, sekira pukul 13.00 Wita, Senin, (10/3/2014).
Puluhan aksi mahasiswa yang mengenakan seragam kebesaran organisasi warna merah hitam ini melakukan orasi dan memblokade jalan.
Mereka juga memasang spanduk meminta Kejaksaan Agung, menyelesaikan kasus korupsi yang mandek di Kejaksaan Tinggi Sulselbar.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) Jeck, mengatakan kedatangan Jaksa Agung Basrief Arief di Sulawesi Selatan sebuah momentum mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat Sulsel untuk menyampaikan langsung bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel dalam memberantas korupsi harus dievaluasi.
Beberapa kasus korupsi yang kini dalam penangannya pihak Kejati Sulsel seperti berjalan ditempat dan bahkan ada beberapa kasus yang di SP3 kan oleh penyidik Kejati.
"Pemberantasan korupsi di Sulsel sebuah bukti penegakan supremasi hukum masih lemah. Kami meminta agar segera mengevaluasi kinerja Kejati Sulsel agar lebih serius, profesional dan transparan karena ini menimbulkan tanda tanya besar dan kecurigaan dari masyarakat, ada apa dengan pihak Kejati," kata Jeck dihadapan pengguna jalan raya.
Aksi mahasiswa di jalan protokoler Urip Sumohardjo mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas, sehingga pihak kepolisian Sektor Panakukkang menertibkan dan memberikan arahan.
Sebelumnya, kedatangan Jaksa Agung Basrief Arief di Kejaksaan Tinggi Sulsel mendapat pengamanan cukup ketat dari pihak kepolisian.
Di fly over reformasi titik aksi demonstrasi (depan kantor Kejati Sulsel) ditutup dan sejumlah personel seperti Sabhara Polda dan Polrestabes, Brimob Polda Sulsel dengan menggunakan senjata lengkap.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koleksi Anti Korupsi (GAM, Formalk, Kapak SC-UMI) terpaksa menggelar aksi sekitar 500 meter dari Kejati Sulsel atau depan Kampus UMI.
(sms)