HT Dorong mahasiswa berwirausaha
Senin, 10 Maret 2014 - 15:13 WIB
HT Dorong mahasiswa berwirausaha
A
A
A
Sindonews.com - Calon Wakil Presiden Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo memberikan kuliah umum pada ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Bojonegoro di Hotel Aston Bojonegoro, Senin (10/3/2014).
HT, biasa ia disapa, mendorong agar para mahasiswa mau mengembangkan jiwa kewirausahaan.
“Jiwa wirausaha sudah bisa ditumbuhkan sejak dari mahasiswa,” ujar HT saat memberikan kuliah dengan tema,'Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa,' tersebut.
HT mengatakan, para mahasiswa bisa mulai menekuni usaha yang membutuhkan modal kecil misalnya membuka jasa les privat, jual beli barang, hingga mendirikan usaha warung internet. “Usaha mulai dari kecil tetapi bisa terus berkembang,” ujarnya.
Ketua Umum DPP Perindo ini mengatakan, sekitar 60% penopang perekonomian Indonesia saat ini adalah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun, kata dia, sektor usaha mikro kecil kurang mendapatkan perhatian pemerintah.
“Usaha mikro kecil selama ini mendapatkan pinjamang dari bank dengan bunga yang cukup tinggi. Ini menunjukkan pemerintah kurang bisa mendorong usaha mikro kecil ini,” ujarnya.
HT juga mengakui mengapa ia memilih terjun ke dunia politik. Sebab, kata dia, tidak akan bisa membawa perubahan kalau tidak ada kebijakan yang mendasar.
“Berbagai masalah di Indonesia terutama menyangkut kesejahteraan masyarakat hanya bisa dilakukan dengan membuat kebijakan yang benar,” kata HT.
Tugas pemerintah, kata Hary Tanoe, membantu masyarakat yang kurang mampu menjadi berdaya. Para petani, nelayan, buruh, dan sektor usaha mikro kecil menengah mendapatkan akses modal dan kemampuan mengelola potensinya agar lebih produktif.
“Indonesia bisa menjadi negara maju jika pemimpinnya mempunyai visi ke depan,” ungkap HT yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura ini.
Menurut Ahmad Fauzi, salah satu peserta kuliah umum dari Universitas Terbuka Bojonegoro, mengungkapkan, pemerintah seharusnya mendorong agar mahasiswa dan para pemuda bisa berwirausaha.
“Pemerintah seharusnya memberikan pendidikan dan keterampilan berwirausaha bagi kalangan muda. Bukan hanya pembelajaran di bangku kuliah, tetapi ada praktik nyata,” ujar Ahmad Fauzi.
HT, biasa ia disapa, mendorong agar para mahasiswa mau mengembangkan jiwa kewirausahaan.
“Jiwa wirausaha sudah bisa ditumbuhkan sejak dari mahasiswa,” ujar HT saat memberikan kuliah dengan tema,'Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa,' tersebut.
HT mengatakan, para mahasiswa bisa mulai menekuni usaha yang membutuhkan modal kecil misalnya membuka jasa les privat, jual beli barang, hingga mendirikan usaha warung internet. “Usaha mulai dari kecil tetapi bisa terus berkembang,” ujarnya.
Ketua Umum DPP Perindo ini mengatakan, sekitar 60% penopang perekonomian Indonesia saat ini adalah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun, kata dia, sektor usaha mikro kecil kurang mendapatkan perhatian pemerintah.
“Usaha mikro kecil selama ini mendapatkan pinjamang dari bank dengan bunga yang cukup tinggi. Ini menunjukkan pemerintah kurang bisa mendorong usaha mikro kecil ini,” ujarnya.
HT juga mengakui mengapa ia memilih terjun ke dunia politik. Sebab, kata dia, tidak akan bisa membawa perubahan kalau tidak ada kebijakan yang mendasar.
“Berbagai masalah di Indonesia terutama menyangkut kesejahteraan masyarakat hanya bisa dilakukan dengan membuat kebijakan yang benar,” kata HT.
Tugas pemerintah, kata Hary Tanoe, membantu masyarakat yang kurang mampu menjadi berdaya. Para petani, nelayan, buruh, dan sektor usaha mikro kecil menengah mendapatkan akses modal dan kemampuan mengelola potensinya agar lebih produktif.
“Indonesia bisa menjadi negara maju jika pemimpinnya mempunyai visi ke depan,” ungkap HT yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura ini.
Menurut Ahmad Fauzi, salah satu peserta kuliah umum dari Universitas Terbuka Bojonegoro, mengungkapkan, pemerintah seharusnya mendorong agar mahasiswa dan para pemuda bisa berwirausaha.
“Pemerintah seharusnya memberikan pendidikan dan keterampilan berwirausaha bagi kalangan muda. Bukan hanya pembelajaran di bangku kuliah, tetapi ada praktik nyata,” ujar Ahmad Fauzi.
(sms)