Mau santunan, bus anak yatim tertabrak kereta
Sabtu, 08 Maret 2014 - 18:02 WIB
Mau santunan, bus anak yatim tertabrak kereta
A
A
A
Sindonews.com - Bus Haryanto dan dua sepeda motor tertabrak Kereta Api Menoreh saat melintasi pelintasan kereta sebidang di Desa Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi, pegi tadi, mengakibatkan 30 siswa SD dan SMP mengalami luka.
Empat orang dirujuk ke rumah sakit, dan lima penumpang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi. Sedangkan 18 penumpang menjalani rawat jalan setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD.
Selain itu, 13 lainnya hanya mengalami luka ringan, seluruh penumpang syok pasca kejadian tersebut.
"Sembilan orang yang mengalami luka berat akibat kejadian itu," ujar Kapolres Kabupaten Bekasi Komisaris Besar (Kombes) Polisi Isnaeni Ujiarto kepada Sindo, Sabtu (8/3/2014).
Menurutnya, para penumpang didomisai anak-anak SD maupun SMP. Seluruhnya merupakan rombongan anak yatim dari Desa Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Rencananya, kata dia, puluhan anak yatim itu akan mengikuti santunan dan pengajian di Jakarta. Sementara, pasca kejadian sopir bus melarikan diri.
Pihaknya, sambung dia, masih mencari sopir bus tersebut untuk dimintai keterangan. Sedangkan, penjaga perlintasan KA sebidang sudah dibawa ke Polsek Cikarang Barat.
Dia mengaku, perlintasan itu resmi, dan dijaga oleh petugas KA pakai seragam. Namun, satu palang pintu tak berfungsi. Hanya saja, yang difungsikan adalah palang yang terbuat dari bambu. Itu pun difungsikan secara manual.
"Bus melintas, tapi terkena macet sehingga bus mendadak mundur," ungkapnya.
Meski benturan keras terjadi, bus hanya terseret dengan berputar 90 derajat. Bus juga tak sampai terguling. Penumpang yang terluka berat berada di bangku bagian belakang, di mana posisi benturan antara bus dan kereta api. "Kami masih menyelidiki kasus ini," imbuhnya.
Empat orang dirujuk ke rumah sakit, dan lima penumpang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi. Sedangkan 18 penumpang menjalani rawat jalan setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD.
Selain itu, 13 lainnya hanya mengalami luka ringan, seluruh penumpang syok pasca kejadian tersebut.
"Sembilan orang yang mengalami luka berat akibat kejadian itu," ujar Kapolres Kabupaten Bekasi Komisaris Besar (Kombes) Polisi Isnaeni Ujiarto kepada Sindo, Sabtu (8/3/2014).
Menurutnya, para penumpang didomisai anak-anak SD maupun SMP. Seluruhnya merupakan rombongan anak yatim dari Desa Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Rencananya, kata dia, puluhan anak yatim itu akan mengikuti santunan dan pengajian di Jakarta. Sementara, pasca kejadian sopir bus melarikan diri.
Pihaknya, sambung dia, masih mencari sopir bus tersebut untuk dimintai keterangan. Sedangkan, penjaga perlintasan KA sebidang sudah dibawa ke Polsek Cikarang Barat.
Dia mengaku, perlintasan itu resmi, dan dijaga oleh petugas KA pakai seragam. Namun, satu palang pintu tak berfungsi. Hanya saja, yang difungsikan adalah palang yang terbuat dari bambu. Itu pun difungsikan secara manual.
"Bus melintas, tapi terkena macet sehingga bus mendadak mundur," ungkapnya.
Meski benturan keras terjadi, bus hanya terseret dengan berputar 90 derajat. Bus juga tak sampai terguling. Penumpang yang terluka berat berada di bangku bagian belakang, di mana posisi benturan antara bus dan kereta api. "Kami masih menyelidiki kasus ini," imbuhnya.
(mhd)