Mantan KSAL: Anggaran pemeliharaan senjata kecil
Jum'at, 07 Maret 2014 - 12:00 WIB
Mantan KSAL: Anggaran pemeliharaan senjata kecil
A
A
A
Sindonews.com - Ledakan yang terjadi di gudang amunisi milik Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, merupakan persoalan serius. Karena, hal itu menyangkut keamanan senjata milik TNI.
Hal tersebut dikatakan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Tedjo Edhy Purdijatno. Dia mengatakan, dalam menyimpan persenjataan, TNI AL mempunyai standar pengamanan khusus guna menyimpan senjatanya tersebut.
"Sesuai prosedur untuk penyimpanan senjata telah diatur. Misalnya untuk letak gudang penyimpanan, itu jaraknya minimal harus satu kilometer dari pemukiman warga," kata Tedjo, Jumat (7/3/2014).
Dikatakan dia, standar yang dimaksud misalnya temperatur dan penerangan gudang juga harus diatur sesuai dengan senjata yang disimpan. Selain itu, gudang penyimpanan senjata harus memiliki pengamanan ketat.
"Penjagaan gudang peluru juga harus dilakukan secara berlapis," katanya.
Mantan Komandan di KRI Teluk Semangka ini menuturkan, persoalan yang harus dicermati dengan adanya peristiwa ini adalah mengenai kecilnya anggaran untuk penyimpanan dan pemeliharaan senjata.
Jika dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS) yang anggarannya mencapai 1.500 triliun setiap tahun. "Anggaran kita sangat kecil untuk penyimpanan dan pemeliharaan senjata," tukasnya.
Tedjo menambahkan, anggaran untuk TNI tahun 2014 sebesar Rp83 triliun. Dimana 60 persennya dialokasikan untuk gaji Angkatan Darat (AD), AL, AU, Mabes TNI, dan Kementerian Pertahanan.
Sedangkan 40 persen untuk penyimpanan senjata, pemeliharaan gedung, kendaraan, dan fasilitas lainnya.
Baca:
Gudang amunisi TNI AL di Tanjung Priok meledak
Hal tersebut dikatakan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Tedjo Edhy Purdijatno. Dia mengatakan, dalam menyimpan persenjataan, TNI AL mempunyai standar pengamanan khusus guna menyimpan senjatanya tersebut.
"Sesuai prosedur untuk penyimpanan senjata telah diatur. Misalnya untuk letak gudang penyimpanan, itu jaraknya minimal harus satu kilometer dari pemukiman warga," kata Tedjo, Jumat (7/3/2014).
Dikatakan dia, standar yang dimaksud misalnya temperatur dan penerangan gudang juga harus diatur sesuai dengan senjata yang disimpan. Selain itu, gudang penyimpanan senjata harus memiliki pengamanan ketat.
"Penjagaan gudang peluru juga harus dilakukan secara berlapis," katanya.
Mantan Komandan di KRI Teluk Semangka ini menuturkan, persoalan yang harus dicermati dengan adanya peristiwa ini adalah mengenai kecilnya anggaran untuk penyimpanan dan pemeliharaan senjata.
Jika dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS) yang anggarannya mencapai 1.500 triliun setiap tahun. "Anggaran kita sangat kecil untuk penyimpanan dan pemeliharaan senjata," tukasnya.
Tedjo menambahkan, anggaran untuk TNI tahun 2014 sebesar Rp83 triliun. Dimana 60 persennya dialokasikan untuk gaji Angkatan Darat (AD), AL, AU, Mabes TNI, dan Kementerian Pertahanan.
Sedangkan 40 persen untuk penyimpanan senjata, pemeliharaan gedung, kendaraan, dan fasilitas lainnya.
Baca:
Gudang amunisi TNI AL di Tanjung Priok meledak
(mhd)