Tragedi ledakan gudang amunisi TNI 1984 & 2014

Kamis, 06 Maret 2014 - 07:30 WIB
Tragedi ledakan gudang...
Tragedi ledakan gudang amunisi TNI 1984 & 2014
A A A
Sindonews.com - Gudang amunisi milik Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut (AL) di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang meledak, Rabu 5 Maret 2014 kemarin, mengingatkan kita pada tragedi meledaknya gudang amunisi milik TNI AL pada Oktober 1984 silam.

Dua kejadian tersebut sungguh mengejutkan masyarakat luas. Karena, bangunan tersebut merupakan tempat penyimpanan amunisi TNI untuk berperang agar negara ini aman.

Maka itu, gudang-gudang tersebut sangat dijaga ketat oleh para prajurit TNI AL. Bahkan, untuk mencapai, ke pulau kecil di Pondok Dayung, yang dipergunakan untuk penyimpanan amunisi TNI AL di Tanjung Priok, Jakarta Utara, tidak sembarang orang bisa ke sana.

Di pulau itu terdapat 10 gudang amunisi TNI AL gudang di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kendati demikian, 10 gudang amunisi tersebut hanya menyimpan sejumlah senjata ringan, dan bahan peledak yang tidak besar daya ledaknya dibanding dengan gudang amunisi Cilandak yang meledak 30 tahun silam.

Walaupun begitu, akibat ledakan yang menewaskan satu korban jiwa dan 87 luka-luka kemarin itu, sepuluh gudang tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah secara fisik bangunan.

Bahkan, personel yang terluka akibat menjadi korban ledakan itu harus segera dibawa ke sebagian rumah sakit yang tak jauh dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, seperti Rumah Sakit AL Mintoharjo, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan pertolongan secepatnya.

10 gudang amunisi milik Kopaska TNI AL di Pondok Dayung itu, menyimpan sejumlah alat perang bagi pasukan katak untuk berlatih, seperti pistol ringan yang sudah didesign, alat peledak ringat, cadangan bahan pelkedak seperti TNT dan sejumlah jenis amunisi yang diperlukan untuk berperang.

Kalau dibandingkan dengan gudang amunisi milik TNI AL yang juga pernak meledak di Jalan Cilandak KKO, Jakarta Selatan, tentu jauh berbeda. Walaupun, gudang amunisi di Cilandak itu hanya ada enam gudang tetapi menyimpan segala peralatan perang yang berdaya ledak besar maupun ringan di situ ada semua.

Misalnya, menyimpan alat perang seperti sejumlah ranjau tank, peluru roket yang besarnya sebatang pohon kelapa dengan daya tembak 15 kilometer, howitzer 140 milimeter, sejumlah peluru meriam, bahan peledak TNT dan pak pak lima pon.

Bahkan, akibat ledakan gudang pada tahun 1984 itu, dua orang meninggal dunia di Rumah Sakit Pertamina dan enam meninggal duania di RSCM, dan ratusan orang mengalami luka-luka, serta ratusan warga terpaksa harus mengungsi.

Dikarenakan, gudang peluru milik Marinir TNI AL di Cilandak itu berada tak jauh dari pemukiman warga. Maka itu, hal tersebutlah yang juga menjadi pembeda ledakan gudang amunisi di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Cilandak, Jakarta Selatan.

"Kasusnya sama, dan efeknya tak sebesar ledakan di Cilandak. Tempat (Pondok Dayung) yang terisolir, tempat latihan pasukan katak (pusdiklat), ada lapangan tembak," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, kemarin.

Sedangkan tragedi ledakan gudang amunisi pada tahun 1980 itu membuat ratusan warga sekitar mengungsi untuk menyelamatkan diri dan keluaraganya dari ledakan tersebut. Ditambah, banyak peluru yang meledak dan beterbangan menyasar kemana saja peluru itu terpental sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran akibat ledakan bahan peledak dan peluru milik TNI AL itu.

Ratusan orang yang menjadi korban ledakan gudang peluru 30 tahun silam itu diungsikan ke berbagai rumah sakit, ataupun lokasi yang dinilai lebih aman untuk berlindung.

Seperti, Rumah Sakit Pertamina, RS Yayasan Jakarta, Gereja HKBP, Balai rakyat masjid yang berlokasi agak jauh dari lokasi ledakan.

Tidak hanya itu, pengungsi juga sampai ke wilayah Condet yang terbelah dengan adanya Sungai Ciliwung, dan kawasan Pasar Minggu. Bahkan, ada juga peluru yang mental sampai ke Condet yang jaraknya 7 kilometer dari Cilandak.

Tidak hanya sampai di situ, sebuah roket jatuh hingga ke Curug, Tangerang dan menewaskan dua orang. Hal tersebut berdasarkan laporan yang diterima Pusat Komando dan Pengendalian Operasional Polda Metro Jaya beberapa waktu silam.

Sedangkan ledakan yang terjadi pada gudang amunisi juga tidak hanya pada 1984 dan 2014 ini. Tapi, pada tahun 1970-an, gudang amunisi milik TNI Al di Batuporon, Jawa Timur juga pernah mengalami hal yang sama. Tetapi, tidak tercatat korban jiwa ataupun luka-luka akibat kejadian tersebut.

(Diolah dari berbagai sumber)

Baca:
TNI diminta evaluasi sistem keamanan gudang senjata
(mhd)
Berita Terkait
Gudang Amunisi Armed...
Gudang Amunisi Armed Kebakaran, Dentuman Ledakan Terdengar hingga Radius Puluhan Kilometer
Gudang Amunisi Armed...
Gudang Amunisi Armed Kebakaran, Proyektil Granat Terlempar ke Permukiman
Dengar Bunyi Ledakan...
Dengar Bunyi Ledakan dari Gudang Amunisi, Warga: Oh My God, Ayok Masuk-masuk
Kadispenad Ungkap Gudang...
Kadispenad Ungkap Gudang Amunisi yang Kebakaran Gudmurah Kodam Jaya
Gudang Amunisi Armed...
Gudang Amunisi Armed Kebakaran, Warga Mulai Dievakuasi
Pabrik Mesiu Rusia Meledak,...
Pabrik Mesiu Rusia Meledak, 17 Tewas
Berita Terkini
Memilukan, Driver Ojol...
Memilukan, Driver Ojol Tewas Ditikam saat Tidur di Pangkalan, Motor dan Ponsel Raib
6 menit yang lalu
Bom Rakitan Meledak...
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelajar Ditangkap Polisi
17 menit yang lalu
Suhu di Papua Barat...
Suhu di Papua Barat Tembus 39,2 Derajat Celsius, Panas Tertinggi di Indonesia
20 menit yang lalu
Cetak Generasi Berkarakter,...
Cetak Generasi Berkarakter, PHG Dirikan Sekolah Dian Harapan di Bandung
23 menit yang lalu
Pendekar 08 Kolaborasi...
Pendekar 08 Kolaborasi dengan Pemda Hadirkan Khitanan Massal Gratis
56 menit yang lalu
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved