Dirazia, jukir 'jual' nama Jokowi
Selasa, 04 Maret 2014 - 19:12 WIB
Dirazia, jukir 'jual' nama Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Razia parkir liar yang dilakukan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur (Sudinhub Jaktim) mendapat perlawanan dari seorang juru parkir (jukir). Bahkan jukir ini mengaku mendapat izin langsung dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk kelola parkir di bahu jalan Jatinegara Timur.
"Saya punya surat resmi sebagai juru parkir, saya juga sudah bicara sama Jokowi. Beliau mengizinkan," kata Ependi Tanjung saat petugas mencabut pentil kendaraan yang tengah parkir di kawasan tersebut, Selasa (4/3/2014).
Pria yang telah menjadi juru parkir selama 18 tahun itu juga mengaku mendapatkan ijin dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir DKI Jakarta.
Namun, pengakuan tersebut tidak digubris petugas. Puluhan petugas Dishub langsung mencabut belasan pentil motor di lokasi tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Kapala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur Budi Subiantoro mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai pilot project sterilisasi parkir liar di Jakarta Timur.
Menurut Budi, pihaknya telah melarang sejumlah juru parkir yang membiarkan pengendara parkir di bahu jalan. Kendati demikian, Budi menegaskan, peraturan tersebut berlaku hanya pada hari kerja saja.
"Dalam razia ini kita larang juru pakir yang tetap melakukan operasi di jalan, kecuali Sabtu dan Minggu," ungkap Budi.
"Saya punya surat resmi sebagai juru parkir, saya juga sudah bicara sama Jokowi. Beliau mengizinkan," kata Ependi Tanjung saat petugas mencabut pentil kendaraan yang tengah parkir di kawasan tersebut, Selasa (4/3/2014).
Pria yang telah menjadi juru parkir selama 18 tahun itu juga mengaku mendapatkan ijin dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir DKI Jakarta.
Namun, pengakuan tersebut tidak digubris petugas. Puluhan petugas Dishub langsung mencabut belasan pentil motor di lokasi tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Kapala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur Budi Subiantoro mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai pilot project sterilisasi parkir liar di Jakarta Timur.
Menurut Budi, pihaknya telah melarang sejumlah juru parkir yang membiarkan pengendara parkir di bahu jalan. Kendati demikian, Budi menegaskan, peraturan tersebut berlaku hanya pada hari kerja saja.
"Dalam razia ini kita larang juru pakir yang tetap melakukan operasi di jalan, kecuali Sabtu dan Minggu," ungkap Budi.
(ysw)