BNN Tana Toraja belum punya penyidik polisi
Senin, 03 Maret 2014 - 17:37 WIB
BNN Tana Toraja belum punya penyidik polisi
A
A
A
Sindonews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tana Toraja mengakui belum dilengkapi personel kepolisian untuk menyelidiki kasus-kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah Toraja.
"Memang benar, belum ada personel kepolisian yang diperbantukan di BNN Kabupaten Tana Toraja," ujar Kepala BNN Kabupaten Tana Toraja Yosiade, kepada wartawan, di Makale, Senin (3/3/2014).
Dia menyatakan, pihaknya sudah mengajukan usulan ke BNN Provinsi Sulawesi Selatan untuk penempatan personel kepolisian agar segera diperbantukan bertugas di BNN Kabupaten Tana Toraja.
Belum adanya personel kepolisian menyebabkan seksi pemberantasan dalam jabatan struktural BNN Tana Toraja masih lowong. Jabatan seksi pemberantasan itu seharusnya diisi oleh personel polisi yang diperbantukan bertugas di BBN. Idealnya, personel polisi yang ditugaskan di BNN tiga orang.
"Usulan penempatan personel kepolisian untuk diperbantukan di BNN masih dalam proses. Semoga, dalam waktu dekat usulan itu bisa terpenuhi sehingga jabatan struktural seksi pemberantasan yang saat ini lowong bisa segera terisi," kata mantan Kepala Kantor Penghubung Kabupaten Tana Toraja di Makassar itu.
Yosiade mengatakan, meski begitu, pihaknya tetap berkoordinasi dan bekerjasama dengan Satuan Narkoba Polres Tana Toraja dalam menyelesaikan kasus penyalagunaan narkotika di Toraja.
Sejak beroperasi awal Tahun 2014, baru satu kasus pengguna narkoba yang ditangani BNN dengan menggandeng pihak kepolisian dalam kegiatan sosialisasi bahaya penyalagunaan dan pencegahan narkoba.
Ditambahkan Yosiade, sosialisasi bahaya dan pencegahan penyalahgunaan narkotika gencar dilakukan BNN untuk mendukung program BNN. Tahun 2014 adalah program penyelamatan pengguna narkoba secara nasional. Melalui program penyelamatan pada Tahun 2014, korban penyalagunaan narkoba perlu diselamatkan melalui program rehabilitasi.
"Untuk saat ini, rehabilitasi korban penyalagunaan narkotika di wilayah Toraja dilakukan di rumah sakit atau puskesmas," ujar Yosiade.
"Memang benar, belum ada personel kepolisian yang diperbantukan di BNN Kabupaten Tana Toraja," ujar Kepala BNN Kabupaten Tana Toraja Yosiade, kepada wartawan, di Makale, Senin (3/3/2014).
Dia menyatakan, pihaknya sudah mengajukan usulan ke BNN Provinsi Sulawesi Selatan untuk penempatan personel kepolisian agar segera diperbantukan bertugas di BNN Kabupaten Tana Toraja.
Belum adanya personel kepolisian menyebabkan seksi pemberantasan dalam jabatan struktural BNN Tana Toraja masih lowong. Jabatan seksi pemberantasan itu seharusnya diisi oleh personel polisi yang diperbantukan bertugas di BBN. Idealnya, personel polisi yang ditugaskan di BNN tiga orang.
"Usulan penempatan personel kepolisian untuk diperbantukan di BNN masih dalam proses. Semoga, dalam waktu dekat usulan itu bisa terpenuhi sehingga jabatan struktural seksi pemberantasan yang saat ini lowong bisa segera terisi," kata mantan Kepala Kantor Penghubung Kabupaten Tana Toraja di Makassar itu.
Yosiade mengatakan, meski begitu, pihaknya tetap berkoordinasi dan bekerjasama dengan Satuan Narkoba Polres Tana Toraja dalam menyelesaikan kasus penyalagunaan narkotika di Toraja.
Sejak beroperasi awal Tahun 2014, baru satu kasus pengguna narkoba yang ditangani BNN dengan menggandeng pihak kepolisian dalam kegiatan sosialisasi bahaya penyalagunaan dan pencegahan narkoba.
Ditambahkan Yosiade, sosialisasi bahaya dan pencegahan penyalahgunaan narkotika gencar dilakukan BNN untuk mendukung program BNN. Tahun 2014 adalah program penyelamatan pengguna narkoba secara nasional. Melalui program penyelamatan pada Tahun 2014, korban penyalagunaan narkoba perlu diselamatkan melalui program rehabilitasi.
"Untuk saat ini, rehabilitasi korban penyalagunaan narkotika di wilayah Toraja dilakukan di rumah sakit atau puskesmas," ujar Yosiade.
(san)