Kurangi banjir di Jakarta, Depok keruk 20 situ
Senin, 03 Maret 2014 - 17:25 WIB
Kurangi banjir di Jakarta, Depok keruk 20 situ
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tahun ini akan melakukan pengerukan terhadap 20 situ. Karena, pemkot sudah melayangkan surat permohonan anggaran kepada Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).
"Kami sudah melayangkan surat pada PU untuk mengeruk 20 situ yang ada di Depok. Dengan anggaran Rp451 miliar," kata Kabid Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok Herry R Gumelar di Depok, Senin (3/3/2014).
Dia menerangkan, hal tersebut sesuai dengan aturan. Karena, yang berhak melakukan perawatan adalah pemerintah pusat. Dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2005 tentang Sumber Daya Air, pengerjaan situ itu kewenangan pemerintah pusat.
"Kita hanya pemeliharaan dan kondisi darurat, makanya pengerukan kita ajukan ke sana," ujarnya.
Usulan pengerukan itu diajukan dengan alasan yang sangat logis berdasarkan pertimbangan pihaknya. Menurut dia, pengerukan situ itu dapat mengatasi banjir yang terjadi di Depok dan Jakarta. Seperti halnya penertiban bangunan di kawasan Bogor yang bertujuan memfungsikan kembali daerah resapan.
"Pengerukan situ lebih efektif karena daerah resapan kembali difungsikan. Dengan demikian, air dapat tertampung sehingga tidak meluber," katanya.
Dia menyebutkan, total situ yang ada di Depok seluas 150 hektar. Sementara, pengerukan situ itu direncanakan sedalam tiga sampai empat meter. Dengan demikian, total luasan pengerukan bisa menampung sekira enam juta kubik air yang selama ini masuk ke Jakarta.
"Sekarang tinggal bandingkan rasio banjir Jakarta, berapa volume air yang membuat banjir Jakarta dikurangi enam juta kubik," ujarnya.
Banjir Jakarta dan Depok, kata dia, akan dikurangi dengan banyaknya air yang terparkir dalam sejumlah situ di Depok. Karena, 20 situ itu terintegrasi dengan Kali Ciliwung.
Dia mencontohkan, Sungai Ciliwung langsung masuk ke situ Pengarengan dan dari Pengarengan akan mengalir ke Kali Laya Depok dan Kali Baru.
"Kali Baru ini akan langsung ke Jakarta, sementara Kali Laya akan dibagi ke kali Jantung di perumahan Taman Duta dan Bukit Cengkeh," katanya.
Jika Situ Pengarengan dikeruk hingga empat meter, maka situ itu tidak akan terancam meluap sehingga tidak harus dilimpahkan semua ke Kali Laya, Kali Jantung dan Kali Baru. Air dari Kali Laya dan Kali Jantung ini akan bermuara ke Setu Pedongkelan.
"Saya kira akan tertanggulangi jika situ-situ bisa dikeruk," katanya.
Anggaran Rp451 miliar, kata Herry, akan dipakai untuk melakukan pengerukan dan pembuatan turap yang lebih kokoh untuk Kali Laya. Namun pihaknya tidak mengetahui detil berapa alokasi yang digunkan untuk mengeruk dan membuat turap Kali Laya. "Penanganan Kali Laya juga kita minta ke PU," katanya.
"Kami sudah melayangkan surat pada PU untuk mengeruk 20 situ yang ada di Depok. Dengan anggaran Rp451 miliar," kata Kabid Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok Herry R Gumelar di Depok, Senin (3/3/2014).
Dia menerangkan, hal tersebut sesuai dengan aturan. Karena, yang berhak melakukan perawatan adalah pemerintah pusat. Dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2005 tentang Sumber Daya Air, pengerjaan situ itu kewenangan pemerintah pusat.
"Kita hanya pemeliharaan dan kondisi darurat, makanya pengerukan kita ajukan ke sana," ujarnya.
Usulan pengerukan itu diajukan dengan alasan yang sangat logis berdasarkan pertimbangan pihaknya. Menurut dia, pengerukan situ itu dapat mengatasi banjir yang terjadi di Depok dan Jakarta. Seperti halnya penertiban bangunan di kawasan Bogor yang bertujuan memfungsikan kembali daerah resapan.
"Pengerukan situ lebih efektif karena daerah resapan kembali difungsikan. Dengan demikian, air dapat tertampung sehingga tidak meluber," katanya.
Dia menyebutkan, total situ yang ada di Depok seluas 150 hektar. Sementara, pengerukan situ itu direncanakan sedalam tiga sampai empat meter. Dengan demikian, total luasan pengerukan bisa menampung sekira enam juta kubik air yang selama ini masuk ke Jakarta.
"Sekarang tinggal bandingkan rasio banjir Jakarta, berapa volume air yang membuat banjir Jakarta dikurangi enam juta kubik," ujarnya.
Banjir Jakarta dan Depok, kata dia, akan dikurangi dengan banyaknya air yang terparkir dalam sejumlah situ di Depok. Karena, 20 situ itu terintegrasi dengan Kali Ciliwung.
Dia mencontohkan, Sungai Ciliwung langsung masuk ke situ Pengarengan dan dari Pengarengan akan mengalir ke Kali Laya Depok dan Kali Baru.
"Kali Baru ini akan langsung ke Jakarta, sementara Kali Laya akan dibagi ke kali Jantung di perumahan Taman Duta dan Bukit Cengkeh," katanya.
Jika Situ Pengarengan dikeruk hingga empat meter, maka situ itu tidak akan terancam meluap sehingga tidak harus dilimpahkan semua ke Kali Laya, Kali Jantung dan Kali Baru. Air dari Kali Laya dan Kali Jantung ini akan bermuara ke Setu Pedongkelan.
"Saya kira akan tertanggulangi jika situ-situ bisa dikeruk," katanya.
Anggaran Rp451 miliar, kata Herry, akan dipakai untuk melakukan pengerukan dan pembuatan turap yang lebih kokoh untuk Kali Laya. Namun pihaknya tidak mengetahui detil berapa alokasi yang digunkan untuk mengeruk dan membuat turap Kali Laya. "Penanganan Kali Laya juga kita minta ke PU," katanya.
(mhd)