Mega minta Wisnu jaga Risma
Senin, 03 Maret 2014 - 12:07 WIB
Mega minta Wisnu jaga Risma
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana mempertegas dirinya akan 100 persen mengawal Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini hingga masa akhir jabatannya di 2015 mendatang.
Kehadiran Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri pada Sabtu 1 Maret lalu mempertegas, tidak ada pertentangan antara dirinya dengan Risma. Bahkan, Megawati berpesan agar Risma terus dijaga hingga masa jabatannya berakhir.
"PDIP akan berada di belakang Ibu Risma. Bu Mega memberi pesan khusus ke saya agar kepemimpinan Risma terus didukung. Kebijakan dan keputusan apapun juga harus didukung," terang Wisnu, saat menghadiri acara peringatan HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-64 di Lapangan Kodam Brawijaya V Surabaya, Senin (3/3/2014).
Ketua DPC PDIP Surabaya itu juga menegaskan, sejak pelantikannya, hubungan antara dirinya dengan orang nomor satu di Surabaya itu sudah harmonis.
Putra kader tulen PDIP Soetjipto ini menandaskan, dalam dua tiga tahun terakhir ini hubungannya dengan Risma terus membaik. Jika sampai sekarang ada yang berpendapat bahwa hubungannya dengan Risma tidak harmonis, maka itu dianggap sangat tidak relevan.
Menurut dia, dalam dunia politik, semua dapat berubah dengan sangat cepat. Bahkan, dalam satu hari saja bisa berubah.
"Konflik (perseteruan Wisnu dan Risma) kan hanya dimunculkan media saja. Itu masa lalu dan sekarang tidak relevan kalau diungkit-ungkit. Kenyataan di lapangan tidak ada apa. Dan memang sejak awal tidak ada masalah saya dengan Bu Risma," tandas Wisnu.
Terkait keberadaan Panitia Pemilihan Wawali Surabaya yang mempersoalkan pelantikan dirinya sebagai Wawali Surabaya, Wisnu dengan tegas menduga ada permainan di balik masalah tersebut.
Menurut dia, tahun 2014 ini merupakan tahun politik. Semua dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik partai-partai tertentu.
"Bagaimana tidak, ketua Panlih-nya orang Partai Golkar. Kemudian yang memanggil bu Risma ke DPR RI juga orang Partai Golkar," pungkas Wisnu.
Baca:
Survei: Warga Surabaya nilai kinerja Risma baik
78,7 persen warga Surabaya dukung Risma
Kehadiran Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri pada Sabtu 1 Maret lalu mempertegas, tidak ada pertentangan antara dirinya dengan Risma. Bahkan, Megawati berpesan agar Risma terus dijaga hingga masa jabatannya berakhir.
"PDIP akan berada di belakang Ibu Risma. Bu Mega memberi pesan khusus ke saya agar kepemimpinan Risma terus didukung. Kebijakan dan keputusan apapun juga harus didukung," terang Wisnu, saat menghadiri acara peringatan HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-64 di Lapangan Kodam Brawijaya V Surabaya, Senin (3/3/2014).
Ketua DPC PDIP Surabaya itu juga menegaskan, sejak pelantikannya, hubungan antara dirinya dengan orang nomor satu di Surabaya itu sudah harmonis.
Putra kader tulen PDIP Soetjipto ini menandaskan, dalam dua tiga tahun terakhir ini hubungannya dengan Risma terus membaik. Jika sampai sekarang ada yang berpendapat bahwa hubungannya dengan Risma tidak harmonis, maka itu dianggap sangat tidak relevan.
Menurut dia, dalam dunia politik, semua dapat berubah dengan sangat cepat. Bahkan, dalam satu hari saja bisa berubah.
"Konflik (perseteruan Wisnu dan Risma) kan hanya dimunculkan media saja. Itu masa lalu dan sekarang tidak relevan kalau diungkit-ungkit. Kenyataan di lapangan tidak ada apa. Dan memang sejak awal tidak ada masalah saya dengan Bu Risma," tandas Wisnu.
Terkait keberadaan Panitia Pemilihan Wawali Surabaya yang mempersoalkan pelantikan dirinya sebagai Wawali Surabaya, Wisnu dengan tegas menduga ada permainan di balik masalah tersebut.
Menurut dia, tahun 2014 ini merupakan tahun politik. Semua dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik partai-partai tertentu.
"Bagaimana tidak, ketua Panlih-nya orang Partai Golkar. Kemudian yang memanggil bu Risma ke DPR RI juga orang Partai Golkar," pungkas Wisnu.
Baca:
Survei: Warga Surabaya nilai kinerja Risma baik
78,7 persen warga Surabaya dukung Risma
(rsa)