Bunuh diri masal, gangguan kejiwaan orangtua diturunkan ke anak

Senin, 03 Maret 2014 - 11:41 WIB
Bunuh diri masal, gangguan...
Bunuh diri masal, gangguan kejiwaan orangtua diturunkan ke anak
A A A
Sindonews.com - Kasus bunuh diri masal yang dilakukan satu keluarga di dua lokasi yang berbeda saat ini menyita perhatian masyarakat. Terbilang unik, lantaran seluruh pelaku bersepakat untuk menenggak racun untuk mengakhiri hidupnya. Lantas apa kata psikolog terkait tindakan mereka?

Psikolog dari Universitas Maranatha Bandung Efnie Indriani mengatakan, kasus bunuh diri sekeluarga asal Pekalongan itu lebih banyak dipengaruhi oleh faktor keturunan atau gen dari orangtuanya.

“Dalam kajian psikologi ini dinamakan share psychology. Artinya gangguan kejiwaan yang bersifat diturunkan dari orangtuanya," kata dia kepada SINDO, Senin (3/2/2014).

Jadi secara genetika, gangguan kejiwaan yang dialami orangtua diturunkan kepada anakya. Efnie menilai dalam keluarga tersebut juga secara sadar maupun tidak sadar telah menanamkan kondisi kejiwaan tersebut kepada keluarganya terutama anak-anaknya.

"Apalagi jika faktor genetika tersebut dipengaruhi dengan kondisi lingkungan atau sebuah peristiwa maupun perekonomian sebuah keluarga," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Program Studi Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Universitas Padjajaran yang juga Psikiater RS Hasan Sadikin Bandung Teddy Hidayat mengatakan, para pelaku yang merupakan orang dewasa memiliki keputusan berbeda untuk mengambil tindakan bunuh diri.

Dia mengungkapkan, hampir 40 persen penderita depresi memiliki ide untuk melakukan bunuh diri dan 15 persen di antaranya berhasil.

Di Indonesia, angka bunuh diri tergolong naik setiap tahunnya. Bersamaan dengan makin kompleksnya krisis yang dihadapi masyarakat. “Cara paling mudah bunuh diri yakni 40 persen gantung diri dan 23 persen dengan minum racun,” ujar dia.

Karena itu, kata dia, tugas keluarga maupun dokter-dokter, khususnya kejiwaan, adalah menjadi problem solving bagi mereka yang memiliki kesulitan.

Baca:
Terkait kondisi Salsa, keluarga minta RS bungkam
Kasus bunuh diri masal, Salsa masih kritis
Pagi ini, jenazah Anita dan Roy Sudjito dikremasi
Organ dalam pelaku bunuh diri masal alami peradangan
Motif bunuh diri masal keluarga Anita masih gelap
(rsa)
Berita Terkait
Bom Bunuh Diri di Somalia...
Bom Bunuh Diri di Somalia Tewaskan 32 Orang
Rumah Lokasi Brigadir...
Rumah Lokasi Brigadir RAT Tewas Dihuni Pengusaha Tambang
Mengenal Kapsul Bunuh...
Mengenal Kapsul Bunuh Diri Sarco: Teknologi Kontroversial yang Menggemparkan Dunia
Ciri Orang Hampir Bunuh...
Ciri Orang Hampir Bunuh Diri, Begini Cara Mencegahnya
Minta Polisi Usut Tuntas...
Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Brigadir RAT, Kompolnas: Pastikan Bunuh Diri atau Tidak
Refleksi dari Kasus...
Refleksi dari Kasus Meninggalnya Siswa SD di NTT, Anak Tak Selalu Mampu Ungkap Perasaannya
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
4 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
5 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
11 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
13 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
14 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
14 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved