'Banjir lebih dari seminggu, warga akan mengungsi'
Minggu, 23 Februari 2014 - 20:08 WIB
'Banjir lebih dari seminggu, warga akan mengungsi'
A
A
A
Sindonews.com - Warga RT 12/08 Pesing Koneng, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tidak akan mengungsi jika banjir belum lebih dari satu pekan. Alasannya, mereka merasa tidak nyaman dengan lokasi pengungsian di bantaran kereta yang hanya tertutup terpal.
Ketua RT 12/08, M Jimbo mengakui, banjir yang melanda wilayahnya saat ini setinggi satu meter. Kendati demikian, masih banyak warga yang ogah untuk mengungsi. Sedikitnya, 35 Kartu Keluarga (KK) yang masih bertahan di lantai dua rumahnya.
"Sejak banjir awal tahun ini rata-rata yang berlantai dua enggan mengungsi. Namun kalau banjir lebih dari seminggu, mereka mau enggak mau mengungsi," katanya di Jakarta, Minggu (23/2/2014).
Di Bantaran rel kereta api Pesing sendiri, kata Jimbo, sedikitnya terdapat 50 KK yang mengungsi sejak Sabtu 22 Februari 2014, sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu ketinggian air sudah mencapai 80 cm.
Ironisnya, sejak mengungsi hingga kemarin sore, bantuan dari pihak kelurahan ataupun pihak kecamatan tak kunjung datang. Akibatnya warga pun secara swadaya mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhan pangannya.
"Tidak ada bantuan yang datang. Para warga rata-rata patungan masak dan membeli makanan jadi," ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, ribuan warga Rw 08 Pesing Koneng, Kedoya Utara, Kebon jeruk, Jakarta Barat kerap dilanda banjir pasca hujan turun dalam intensitas tinggi.
Jalur ganda rel kereta api pesing koneng yang belum dilintasi dijadikan warga sebagai pengungsian dengan hanya beratapkan terpal dan beralasakn kasur-kasur mereka.
Angin dengan leluasa keluar masuk ke dalam pengungsian dan membalut tubuh-tubuh warga yang mayiritas memiliki anak-anak kecil lantaran tidak berdinding.
Baca:
Bosan mengungsi, warga tinggal di lantai 2
Ketua RT 12/08, M Jimbo mengakui, banjir yang melanda wilayahnya saat ini setinggi satu meter. Kendati demikian, masih banyak warga yang ogah untuk mengungsi. Sedikitnya, 35 Kartu Keluarga (KK) yang masih bertahan di lantai dua rumahnya.
"Sejak banjir awal tahun ini rata-rata yang berlantai dua enggan mengungsi. Namun kalau banjir lebih dari seminggu, mereka mau enggak mau mengungsi," katanya di Jakarta, Minggu (23/2/2014).
Di Bantaran rel kereta api Pesing sendiri, kata Jimbo, sedikitnya terdapat 50 KK yang mengungsi sejak Sabtu 22 Februari 2014, sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu ketinggian air sudah mencapai 80 cm.
Ironisnya, sejak mengungsi hingga kemarin sore, bantuan dari pihak kelurahan ataupun pihak kecamatan tak kunjung datang. Akibatnya warga pun secara swadaya mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhan pangannya.
"Tidak ada bantuan yang datang. Para warga rata-rata patungan masak dan membeli makanan jadi," ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, ribuan warga Rw 08 Pesing Koneng, Kedoya Utara, Kebon jeruk, Jakarta Barat kerap dilanda banjir pasca hujan turun dalam intensitas tinggi.
Jalur ganda rel kereta api pesing koneng yang belum dilintasi dijadikan warga sebagai pengungsian dengan hanya beratapkan terpal dan beralasakn kasur-kasur mereka.
Angin dengan leluasa keluar masuk ke dalam pengungsian dan membalut tubuh-tubuh warga yang mayiritas memiliki anak-anak kecil lantaran tidak berdinding.
Baca:
Bosan mengungsi, warga tinggal di lantai 2
(mhd)