Rumah PNS Depok dibobol maling
Selasa, 11 Februari 2014 - 14:13 WIB
Rumah PNS Depok dibobol maling
A
A
A
Sindonews.com - Dalam waktu yang berdekatan, kawanan pencuri beraksi di wilayah hukum Polsek Sukmajaya, Depok. Setelah sebelumnya toko listrik milik PNS dibobol maling, kini rumah pribadi milik PNS yang berbeda juga dibobol kawanan pencuri.
Rumah milik PNS pengawas Dinas Pendidikan Kota Depok, Rosilawati dibobol pencuri. Rumah di Jalan Proklamasi blok XII, Depok tersebut memang dalam keadaan kosong.
Begitu Rosilawati bersama keluarga baru pulang dari luar kota pagi tadi, ia terkejut saat melihat kondisi rumah berantakan. Pihak keluarga juga sudah lapor ke Polsek Sukmajaya.
"Memang rumah kosong ke luar kota, BPKB mobil Honda CRV B 1919 ELO hilang, 4 kamar diacak-_acak, kayaknya pelaku congkel pintu depan, lalu masuk kamar," katanya di lokasi, Selasa (11/2/2014).
Rosilawati menuturkan bahwa di rumahnya tak pernah ada pembantu rumah tangga yang menginap. Sehingga saat rumah ditinggal memang kondisinya kosong.
Kamar lemari miliknya ditemukan dalam kondisi terbuka. Sejumlah harta benda berhasil dicuri diantaranya kamera, jam tangan, uang, parfum, dan total kerugian Rp 15 juta. Polsek Sukmajaya membenarkan dan tengah menyelidiki kasus ini.
Rumah milik PNS pengawas Dinas Pendidikan Kota Depok, Rosilawati dibobol pencuri. Rumah di Jalan Proklamasi blok XII, Depok tersebut memang dalam keadaan kosong.
Begitu Rosilawati bersama keluarga baru pulang dari luar kota pagi tadi, ia terkejut saat melihat kondisi rumah berantakan. Pihak keluarga juga sudah lapor ke Polsek Sukmajaya.
"Memang rumah kosong ke luar kota, BPKB mobil Honda CRV B 1919 ELO hilang, 4 kamar diacak-_acak, kayaknya pelaku congkel pintu depan, lalu masuk kamar," katanya di lokasi, Selasa (11/2/2014).
Rosilawati menuturkan bahwa di rumahnya tak pernah ada pembantu rumah tangga yang menginap. Sehingga saat rumah ditinggal memang kondisinya kosong.
Kamar lemari miliknya ditemukan dalam kondisi terbuka. Sejumlah harta benda berhasil dicuri diantaranya kamera, jam tangan, uang, parfum, dan total kerugian Rp 15 juta. Polsek Sukmajaya membenarkan dan tengah menyelidiki kasus ini.
(ysw)