IPW: Hilangkan budaya jebak pengendara saat razia
Selasa, 28 Januari 2014 - 11:02 WIB
IPW: Hilangkan budaya jebak pengendara saat razia
A
A
A
Sindonews.com - Tewasnya seorang pengendara motor yang terpental hingga jatuh dari Jalan Layang Non Tol (JLNT) disinyalir karena budaya 'penjebakan' yang diterapkan polisi saat melakukan razia masih dilakukan.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, seharusnya insiden jatuhnya pengendara motor dari JLNT Casablanca tidak akan terjadi jika pengendara tidak 'terjebak' ulah polisi tersebut.
Ia menjelaskan, pengendara motor yang masuk JLNT Casablanca juga salah karena jalan tersebut memang dilarang.
"Begitu melihat di ujung jalan ada razia akhirnya panik dan nekat putar balik dan lawan arah sehingga terjadi kecelakaan maut tersebut," katanya kepada Sindonews, Selasa (28/1/2014).
Polisi yang melakukan razia juga turut andil, karena seharusnya polisi mencegah pengendara melintas dengan berjaga di mulut JLNT Casablanca.
"Polisi malah membiarkan pengendara melintas kemudian ditunggu di ujung jalan untuk ditilang. Apalagi razia tersebut dilakukan malam hari," katanya.
Belajar dari kasus ini, lanjutnya, Dirlantas Polda Metro Jaya sudah saatnya mengingatkan jajarannya agar tidak melakukan penjebakan dalam melakukan razia.
"Penjebakan yang dilakukan sudah memakan korban. Jika ada polisi yang tetap bandel, Dirlantas harus menindaknya secara tegas," saran Neta.
Sebelumnya diberitakan, seorang pengendara motor yang sedang membonceng istrinya tertabrak sedan ketika menghindari razia di ujung JLNT Casablanca. Hebatnya tabrakan yang terjadi membuat istri pengendara motor tersebut terlempar hingga jatuh dari JLNT tersebut dan tewas seketika.
Baca juga:
Pengendara motor terpental dari JLNT Casablanca
Sebelum "cium tanah" Wiwin tersangkut di pohon.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, seharusnya insiden jatuhnya pengendara motor dari JLNT Casablanca tidak akan terjadi jika pengendara tidak 'terjebak' ulah polisi tersebut.
Ia menjelaskan, pengendara motor yang masuk JLNT Casablanca juga salah karena jalan tersebut memang dilarang.
"Begitu melihat di ujung jalan ada razia akhirnya panik dan nekat putar balik dan lawan arah sehingga terjadi kecelakaan maut tersebut," katanya kepada Sindonews, Selasa (28/1/2014).
Polisi yang melakukan razia juga turut andil, karena seharusnya polisi mencegah pengendara melintas dengan berjaga di mulut JLNT Casablanca.
"Polisi malah membiarkan pengendara melintas kemudian ditunggu di ujung jalan untuk ditilang. Apalagi razia tersebut dilakukan malam hari," katanya.
Belajar dari kasus ini, lanjutnya, Dirlantas Polda Metro Jaya sudah saatnya mengingatkan jajarannya agar tidak melakukan penjebakan dalam melakukan razia.
"Penjebakan yang dilakukan sudah memakan korban. Jika ada polisi yang tetap bandel, Dirlantas harus menindaknya secara tegas," saran Neta.
Sebelumnya diberitakan, seorang pengendara motor yang sedang membonceng istrinya tertabrak sedan ketika menghindari razia di ujung JLNT Casablanca. Hebatnya tabrakan yang terjadi membuat istri pengendara motor tersebut terlempar hingga jatuh dari JLNT tersebut dan tewas seketika.
Baca juga:
Pengendara motor terpental dari JLNT Casablanca
Sebelum "cium tanah" Wiwin tersangkut di pohon.
(ysw)