Cara BNPB tangkal banjir Jakarta

Selasa, 14 Januari 2014 - 18:37 WIB
Cara BNPB tangkal banjir...
Cara BNPB tangkal banjir Jakarta
A A A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) direncanakan akan melakukan rekayasa cuaca yang disebut Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di area Jakarta dan sekitarnya.

TMC ini diharapkan bisa mengurangi intensitas hujan di DKI Jakarta mulai bulan Januari hingga Maret 2014. Seperti diketahui, intensitas hujan belakangan ini membuat kawasan Jakarta dan sekitarnya dilanda banjir.

Bagaimana rekayasa cuaca yang akan dilakukan oleh BNPB? Berikut penjelasan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Selasa (14/1/2014).

Sutopo menerangkan, TMC merupakan campur tangan manusia dalam pengelolaan sumber daya air di atmosfer. Hal itu untuk menambah dan mengurangi intensitas curah hujan pada suatu daerah guna meminimalkan bencana dengan memanfaatkan parameter cuaca.

"Untuk antisipasi banjir Jakarta, ada dua strategi, yaitu mempercepat hujan dan menghambat pertumbuhan awan. Pertama, adalah mempercepat hujan dikenal dengan mekanisme proses lompatan (jumping process)," katanya.

Hal ini dilakukan, kata Sutopo, bagi awan-awan di daerah upwind sehingga dijatuhkan di luar Jakarta yang tidak rawan banjir seperti di Laut Jawa, Selat Sunda atau lainnya.

"Awan-awan berpotensi hujan di daerah di luar Jakarta disemai dengan bahan garam (NaCl) yang memiliki sifat menyerap butir-butir air di awan sehingga terjadi hujan. Untuk itu digunakan satu pesawat Hercules C-130 dari Lanud Halim dan dua pesawat Casa 212-200 dioperasikan dari Lapangan Terbang Atang Sanjaya Bogor," bebernya.

Sambung Sutopo, sekali terbang pesawat Casa membawa satu ton garam karena dalam sehari penerbangan disesuaikan dengan kondisi cuaca yang ada. Karena, kata dia, kalau sekarang ini masih menggunakan benih.

"Saat ini penaburan bahan semai di dalam pesawat dilakukan dengan peralatan mekanis seeding. Tidak menggunakan manual lagi karena untuk antisipasi korosi pesawat terbang," katanya.

Selanjutnya, masih kata Sutopo, metode kedua adalah dengan menempatkan 24 Ground Based Generator (GBG) dan Ground Particle Generator (GPG) di beberapa tempat di Jakarta. Lanjutnya, alat ini mengeluarkan gas dan partikel-partikel bahan semai berupa butiran garam yang sangat halus ke dalam awan yang baru tumbuh.

"Bahan ini akan menyerap uap air dan membentuk butir-butir halus yang berlaku sebagai pesaing bagi butir-butir awan yang ada. Metode ini akan menghambat pertumbuhan awan (competition mechanism) sehingga hujannya tidak besar intensitasnya," tuturnya.

Baca:
Atasi banjir, DKI Jakarta dibantu BNPB
(mhd)
Berita Terkait
Banjir di Jakarta Mulai...
Banjir di Jakarta Mulai Surut, 30 KK Masih Mengungsi
Hujan Guyur Jakarta,...
Hujan Guyur Jakarta, Sejumlah Ruas Jalan Tergenang Banjir
Cuaca Ekstrem, Jakarta...
Cuaca Ekstrem, Jakarta Tangerang dan Bekasi Terendam Banjir
BPBD: Hujan Lebat Berpotensi...
BPBD: Hujan Lebat Berpotensi Landa Jakarta Sabtu-Minggu, Waspadai Banjir
Pramono Sebut Modifikasi...
Pramono Sebut Modifikasi Cuaca Berhasil: Hari Ini Kita Bisa Menikmati Terang Benderang
BMKG Beberkan Penyebab...
BMKG Beberkan Penyebab Cuaca Ekstrem di Wilayah Jabodetabek
Berita Terkini
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
14 menit yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
15 menit yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
17 menit yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
12 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved