Ratusan warga cabuti patok batas Bandara Kulonprogo

Jum'at, 10 Januari 2014 - 23:17 WIB
Ratusan warga cabuti...
Ratusan warga cabuti patok batas Bandara Kulonprogo
A A A
Sindonews.com - Sejumlah patok yang menjadi batas bandara di Kulonprogo, dicabuti massa yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT). Tindakan itu merupakan warga dalam menolak rencana pembangunan bandara di Kulonprogo.

Aksi massa ini awalnya dilakukan di Balai Desa Glagah, Kecamatan Temon. Warga yang datang minta kepada kepala desa agar mencabut patok yang dipasang oleh Tim Persiapan Pembangunan Bandara Baru (P2B2) beberapa hari lalu. Namun Kades Glagah Agus Parmono tidak berani mencabut, karena bukan menjadi kewenangannya.

Hal inilah yang kemudian memancing warga untuk segera membubarkan pertemuan yang dilaksanakan dan langsung menuju lokasi pematokan, di Pedukuhan Logede, Glagah, dan Bebekan, kemudian mencabutinya.

“Kita sudah minta izin Pak Kades, karena beliau tidak mau mencabut warga sepakat untuk mencabutnya sendiri,” ujar tokoh WTT Sarijo, kepada wartawan, Jumat (10/1/2014).

Warga lainnya, Parman, mengatakan pemasangan patok ini tidak pernah melibatkan warga yang menjadi pemilik tanah. Bahkan pemasangan itu terkesan sembunyi-sembunyi dan tidak transparan. Tim hanya memasang dan langsung pergi tanpa minta izin pemilik lahan. “Itu tanah orang, kenapa tidak ada izin,” keluh Parman.

Kades Glagah Agus Parmono mengaku tidak punya kewenangan untuk mencabut patok. Pematokan itu dilakukan oleh BPN, bersama PT Angkasa Pura dan Pemkab. Pihak desa hanya diminta untuk menyaksikan, tanpa ada campur tangan lebih lanjut. “Saya hanya diminta untuk menyaksikan, saya tidak berwenang,” terangnya.

Sementara itu, Sekda Kulonprogo Astungkoro yang dikonfirmasi melalui handphonenya mengaku, belum mendapatkan informasi pasti mengenai aksi pencabutan patok itu. Namun pemasangan itu merupakan tindak lanjut dari proses sosialisasi yang dilakukan sebelumnya. Di mana warga menanyakan di mana lokasi dan batas-batasnya.

“Saya sedang di UGM, saya belum tahu pastinya seperti apa,” ungkapnya.

Pematokan ini dilakukan dengan mendasarkan IPL dari Kementerian Perhubungan. Patok itu dipasang di beberapa lokasi terluar. Sehingga dengan adanya pematokan ini akan diketahui berapa luasananya, berapa bidang tanah dan siapa saja yang akan terkena.

Pematokan itu hanya untuk mengetahui batas-batasnya. Bukan untuk mengambil secara sepihak atas lahan yang ada. “Bagaimana tindak lanjutnya akan kita koordinasikan secara internal dulu,” jelas Mantan Assek II DIY ini.
(san)
Berita Terkait
Pembangunan Capai 60...
Pembangunan Capai 60 Persen, Bandara Singkawang Ditargetkan Beroperasi di Awal 2024
Presiden Jokowi Resmikan...
Presiden Jokowi Resmikan Bandara Toraja Senilai Rp800 M
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Baru Kediri Resmi Dimulai
Pembangunan Bandara...
Pembangunan Bandara Kediri Gunakan Skema KPBU
Proyek Bandara VVIP...
Proyek Bandara VVIP IKN Siap Dilelang Dini, Cek Jadwalnya
Cari Tahu Kelanjutan...
Cari Tahu Kelanjutan Pembangunan Bandara di Sebuai, Anggota Dewan Sambangi Bappedalitbang Kalteng
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved