Kendal masih kekurangan tenaga dokter & bidan

Rabu, 08 Januari 2014 - 19:31 WIB
Kendal masih kekurangan...
Kendal masih kekurangan tenaga dokter & bidan
A A A
Sindonews.com - Kabupaten Kendal membutuhkan 15 dokter dan 25 bidan, untuk ditempatkan di Puskesmas. Kurangnya tenaga kesehatan ini, dinilai menghambat pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ketua Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Kendal Widodo mengatakan, Kabupaten Kendal kekurangan 15 dokter untuk ditempatkan di Puskesmas, terutama Puskesmas rawat inap. Selain dokter Puskesmas, Kendal juga kekurangan 25 tenaga bidan serta perawat, maupun tenaga kesehatan yang lainnya.

“Kami memang kekurangan tenaga kesehatan,” ujar Widodo, kepada wartawan, Rabu (8/1/2013).

Kendati demikian, pihaknya mengaku kondisi tersebut tidak akan menghambat pelaksanaan JKN. Untuk itu, kondisi tersebut akan diantisipasi dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sadari keberadaan Puskesmas sangat penting bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi pelaksanaan JKN. Untuk itu, meski minimnya dokter umum dan spesialis, serta bidan desa, tidak akan mengancam pelayanan JKN bagi warga Kendal," paparnya.

Menurut Widodo, Pemerintah Kabupaten Kendal sudah melakukan pembenahan sarana dan prasarana untuk menunjang program JKN. Baik di tingkat puskesmas, maupun rumah sakit.

“Di puskesmas yang belum lengkap seperti pemeriksaan gigi dan persalinan yang memadai dan akan disiapkan. Kita sudah melengkapi sarana untuk mensukseskan program tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti meminta kepada instansi kesehatan untuk tetap meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dia juga secara tegas meminta, jangan sampai terjadi penolakan terhadap pasien.

“Kami akan terus melakukan pemantauan. Kalau ada yang menolak pasien akan kami sanksi,” tegasnya.

Bupati juga meminta di Rumah Sakit Umum Soewondo Kendal perlu dibuatkan loket tersendiri atau loket khusus melayani peserta JKN. Hal itu supaya pelayanan lebih baik dan lebih teratur.

“Dengan loket khusus ini perawat atau petugas tidak perlu lagi menanyakan status pasien. Selain itu, pelayanan juga semakin baik,” tandasnya.
(san)
Berita Terkait
SMC RS Telogorejo Semarang...
SMC RS Telogorejo Semarang Luncurkan 3 Inovasi Pelayanan Kesehatan
Kehadiran dan Ketersediaan...
Kehadiran dan Ketersediaan Layanan Kesehatan Dinilai Penting
Jabat Ketua PW IAMARSI,...
Jabat Ketua PW IAMARSI, Willi Putra Siap Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Momentum Benahi Pelayanan...
Momentum Benahi Pelayanan Kesehatan
Beroperasi, Klinik Nuhrintama...
Beroperasi, Klinik Nuhrintama Diharap Tunjang Pelayanan Kesehatan di Gowa
Mudahkan Pengguna, SehatQ...
Mudahkan Pengguna, SehatQ Layani Pemesanan Obat Secara Online
Berita Terkini
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
1 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
3 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
4 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
14 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
16 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
16 jam yang lalu
Infografis
Elon Musk Mengkritik...
Elon Musk Mengkritik Jet Tempur Siluman F-35 yang Masih Berpilot
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved