Ini alasan Jokowi bentuk PT Transjakarta
Senin, 30 Desember 2013 - 20:46 WIB
Ini alasan Jokowi bentuk PT Transjakarta
A
A
A
Sindonews.com - Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Transjakarta dari Unit Pengelola (UP) yang telah disahkan DPRD DKI hari ini dipastikan akan berorientasi pada laba atau keuntungan.
"Ya kalau namanya PT, BUMD itu orientasinya pasti ke sana. Tapi ini kan BUMD milik pemerintah daerah, sisi pelayanannya mesti harus nomor satu," katanya di Balai Kota, Senin (30/12/2013).
Menurut Jokowi, meski anggarannya disuntik menggunakan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP), masyarakat dipastikan tidak bisa memiliki saham BUMD Transjakarta ini.
"Contoh kayak Bank DKI, itu kita dan PD Pasar Jaya juga ikut. Tapi ya itu di lingkungan kita sendiri. Untuk memenuhi persyaratan pembentukan sebuah PT kan mesti dapat saham yang lain," tukasnya.
Saat ditanya apakah saham BUMD Transjakarta akan dibuka untuk publik, Jokowi mengungkapkan masih mengkalkulasi kemungkinan tersebut. Sebab, hingga kini manajemen PT Transjakarta belum terbentuk.
"Kalau nanti secara manajemen sudah siap, bisa (go public) saja. Kayak Bank DKI, kita mau IPO (Initial Public Offering) misalnya. Tapi kita tetap berkalkulasi," tandasnya.
"Ya kalau namanya PT, BUMD itu orientasinya pasti ke sana. Tapi ini kan BUMD milik pemerintah daerah, sisi pelayanannya mesti harus nomor satu," katanya di Balai Kota, Senin (30/12/2013).
Menurut Jokowi, meski anggarannya disuntik menggunakan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP), masyarakat dipastikan tidak bisa memiliki saham BUMD Transjakarta ini.
"Contoh kayak Bank DKI, itu kita dan PD Pasar Jaya juga ikut. Tapi ya itu di lingkungan kita sendiri. Untuk memenuhi persyaratan pembentukan sebuah PT kan mesti dapat saham yang lain," tukasnya.
Saat ditanya apakah saham BUMD Transjakarta akan dibuka untuk publik, Jokowi mengungkapkan masih mengkalkulasi kemungkinan tersebut. Sebab, hingga kini manajemen PT Transjakarta belum terbentuk.
"Kalau nanti secara manajemen sudah siap, bisa (go public) saja. Kayak Bank DKI, kita mau IPO (Initial Public Offering) misalnya. Tapi kita tetap berkalkulasi," tandasnya.
(ysw)