DPT ganda di temukan di Karawang

Selasa, 24 Desember 2013 - 04:52 WIB
DPT ganda di temukan...
DPT ganda di temukan di Karawang
A A A
Sindonews.com - Sekira 12.700 data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di temukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada saat penginputan data pemilih hasil perbaikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) invalid.

Ketua KPU Kabupaten Karawang, Riesza Affiat yang ditemui di ruang kerjanya, jalan lingkar luar, Kabupaten Karawang, mengatakan bahwa data pemilih ganda tersebut ditemukan oleh KPU RI saat proses penginputan data hasil perbaikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) invalid ke Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) yang merupakan website resmi KPU, dengan begitu dengan mudah ditemukannya NIK ganda.

"Sebelumnya ditemukan NIK invalid sekitar 81 ribu pemilih, setelah diinput KPU kembali menemukan permasalahan DPT yakni, adanya pemilih ganda di Karawang, sekitar 12.700 pemilih," katanya.

Karena adanya temuan tersebut pihak KPU Karawang akan langsung melakukan penghapusan data ganda dari Sidalih. "Sudah menjadi tugas kami di kabupaten untuk melakukan penghapusan data pemilih ganda. Lagipula dengan sistem yang ada saat ini lebih mudah dilakukan," lanjutnya.

Dengan adanya penghapusan DPT ganda tersebut, lanjutnya, maka akan kembali terjadi pengurangan DPT di Karawang, setelah sebelumnya hasil pleno yang dilakukan pada 30 November lalu disepakati DPT Karawang sebanyak 1.664.921 pemilih. "Secara otomatis memang DPT akan berkurang. Tapi tetap diperlukan pleno untuk memutuskan jumlah DPT," jelasnya.

Namun, pihaknya tidak dapat memutuskan jadwal kapan dilakukannya pleno tersebut. Sebab, pihaknnya masih harus menunggu perintah dari KPU RI. Terlebih, saat ini KPU masih melakukan perbaikan NIK invalid, sehingga masih ada potensi bertambahnya data pemilih ganda. "Sekarang input NIK invalid belum selesai, masih tersisa sekitar 15 ribu NIK invalid yang belum diinput. Kita terus menginput setiap hari, harapan akhir desember sudah selesai semua," tuturnya.

Menurutnya, penemuan tersebut dikarenakan perbaikan NIK invalid yang dilakukan KPU dapat menditeksi adanya kesalahan dalam data DPT. "Misalkan ada NIK yang sama, tapi tanggal lahirnya itu berbeda, otomastis semua masuk. Tapi karena NIK nya sama, dapat diketahui bahwa ini orang yang sama, maka salah satu harus dihapus," ujarnya.

Dikatakan, dengan banyaknya data pemilih ganda yang ditemukan, maka hal tersebut merupakan indikasi semakin baiknya data pemilih. "Pemilu kali ini soal DPT lebih baik dan lebih terdata. Salah satunya dengan ditemukannya banyak pemilih ganda dan NIK invalid. Sehingga DPT juga lebih lebih valid," tandasnya.
(lal)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
1 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
11 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
13 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
13 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
14 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
15 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved