Bengawan Solo & Kali Lamong meluap, 4.874 rumah kebanjiran

Senin, 16 Desember 2013 - 07:37 WIB
Bengawan Solo & Kali...
Bengawan Solo & Kali Lamong meluap, 4.874 rumah kebanjiran
A A A
Sindonews.com - Hujan berintensitas tinggi di bagian hulu dan tengah DAS Bengawan Solo dan DAS Lamong menyebabkan debit air sungai meluap.

Tak pelak jika beberapa wilayah seperti di Bojonegoro, Tuban, Mojokerto dan Gresik, Jawa Timur, banjir sejak Sabtu, pekan lalu.

"Banjir di Bojonegoro dan Tuban disebabkan kombinasi antara hujan lokal dan kiriman dari hulu Bengawan Solo yaitu Wonogiri, Solo, Sragen, Ngawi, Ponorogo dan Madiun. Sedangkan banjir di Mojokerto dan Gresik akibat meluapnya Kali Lamong di Jawa Timur," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (16/12/2013) .

Banjir di Bojonegoro merendam 30 desa di tujuh kecamatan. Akibatnya 1.705 KK dan 1.727 hektar sawah terendam banjir. Banjir terparah di Kecamatan Padangan yang merendam sembilan desa dengan 823 KK dan 250 ha sawah. Sedangkan di Kecamatan Bojonegoro merendam tiga desa meliputi 585 KK dan 28 ha sawah.

Tinggi muka air Bengawan Solo di titik pantau Karangnongko (barat laut Bojonegoro) pada posisi 29,30 m atau siaga satu pada Minggu, siang kemarin.

"BNPB dan BPBD Bojonegoro telah membangun shelter untuk pengungsi banjir di Bojonegoro sehingga dapat digunakan menampung sebagian pengungsi," terang Sutopo.

Di Tuban, banjir merendam 13 desa di empat kecamatan yaitu Kecamatan Semanding, Suko, Parengan, dan Singgahan. Banjir menyebabkan 2.249 rumah terendam. Di desa Sambung Rejo, Kecamatan Semanding, sekira 800 rumah terendam. Sedangkan di Mojokerto dan Gresik banjir di enam kecamatan dengan 920 rumah terendam.

"Satu orang hanyut di Kecamatan Benjeng. Hingga saat ini belum ditemukan," terangnya.

Kata Sutopo, BPBD Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Mojokerto dan Gresik bersama TNI, Polri, SKPD dan relawan telah melakukan penanganan darurat. Sebagian masyarakat telah dievakuasi. Dapur umum telah didirikan dan makan siap saji dibagikan. Pendataan masih dilakukan.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dengan ancaman banjir dan longsor. Puncak hujan sebagian besar wilayah Indonesia pada Januari-Februari," tutupnya.
(rsa)
Berita Terkait
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Simak! Ini 10 Langkah...
Simak! Ini 10 Langkah Penyelamatan Diri dari Bencana Banjir
Daftar Beberapa Ruas...
Daftar Beberapa Ruas Tol yang Tergenang Menurut Jasa Marga
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
Susu Kecoa Diklaim Peneliti...
Susu Kecoa Diklaim Peneliti Tiga Kali Lebih Bergizi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved