Ratusan rumah di Cilamaya terendam banjir

Senin, 16 Desember 2013 - 00:40 WIB
Ratusan rumah di Cilamaya...
Ratusan rumah di Cilamaya terendam banjir
A A A
Sindonews.com - Ratusan rumah di Kecamatan Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan terendam banjir akibat hujan deras yang turun pada hari Sabtu, 14 Desember 2013. Akibatnya ratusan penduduk terpaksa mengungsi.

Selain itu, akibat banjir yang menerjang dua kecamatan tersebut, ribuan siswa terpaksa tidak belajar karena ruang kelasnya terendam banjir. Bahkan salah satu kegiatan pembangunan jalan terpaksa terhenti akibat terkena rendaman air. “Banjir akibat hujan deras pada Sabtu lalu mengakibatkan banyak warga yang mengungsi ke posko yang disiapkan oleh pemerintah desa,” ujar salah satu warga Desa Sumurgede Kecamatan Cilamaya Kulon, Ahmad, 34.

Dikatakannya, air naik pada Minggu pagi dengan ketinggian 75 centimeter. Sebagian warga terpaksa mengungsi akibat rendaman air tersebut. “Mereka mencari tempat yang aman dari air, tapi ada juga warga yang bertahan dirumahnya sampai menunggu air turun,” katanya.

Senada, Warga Desa Rawagempol Kulon Kecamatan Cilamaya Wetan, Sarwan, 40, mengatakan sedikitnya 100 rumah terendam banjir dengan ketinggian 75 centimeter. “Air memasuki rumah-rumah warga sekitar waktu subuh dan di pagi hari, air sudah mencapai 75 sentimeteran,” jelasnya.

Dijelaskannya, ketinggian air itu tidak sama semua, tapi berbeda-beda antara 40 sampai 75 centimeter. “Saat ini kami hanya menunggu air turun dan bantuan dari pemerintah. Sebab bahan makanan yang ada dirumah pasti sudah basah oleh air,” tandasnya.

Di tempat berbeda, Kepala Desa Rawagempol Kulon, Ade Laide menjelaskan banjir yang menerjang desanya akibat turunnya berjam-jam sejak sore kemarin sampai malam hari ditambah meluapnyaa beberapa sungai dan irigasi yang ada di desa Rawagempol kulon. “Selain akibat hujan yang cukup deras,saat ini di daerah Rakul sudah ada penyempitan,pendangkal kali dan kali pembuang,” ungkapnya.

Dijelaskan, kondisi ini bukan hal yang mudah kedepan menghindari banjir yang terjadi desanya. sebab setiap kali turun hujan deras maka diperlukan pengerukan sungai, kali atau irigasi yang melingkari daerah Cilamaya. Namun masih beruntung sebab banjir tidak pada musim tanam padi. “Jika sudah tak terbayang area pertanian pasti akan karam yang memungkin butuh lama untuk menyusutnya air dan sampai ini saat belum bisa ditaksir kerugian warga akibat banjir dan tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.
(lal)
Berita Terkait
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Simak! Ini 10 Langkah...
Simak! Ini 10 Langkah Penyelamatan Diri dari Bencana Banjir
Daftar Beberapa Ruas...
Daftar Beberapa Ruas Tol yang Tergenang Menurut Jasa Marga
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
21 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
29 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
40 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved