Petambak diarahkan terapkan budidaya organik

Jum'at, 13 Desember 2013 - 10:51 WIB
Petambak diarahkan terapkan...
Petambak diarahkan terapkan budidaya organik
A A A
Sindonews.com - Petani diharapkan bisa kembali mengolah tambaknya secara organik. Hal ini dikarenakan permintaan udang organik dari Sidoarjo terus meningkat.

Selama berpuluh-puluh tahun, kebanyakan petambak menerapkan budidaya udang non organik. Padahal, cara kelola seperti itu jangka panjang akan merusak hara tanah (kesuburan tanah).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sidoarjo, H.M. Sholeh, mengatakan, saat ini petambak yang beralih pada budidaya udang organik cukup banyak. Namun, diakui hasil panen belum bisa maksimal.

Sholeh mengatakan, petambak yang sudah menerapkan budidaya udang dan ikan ramah lingkungan berada di Kecamatan Candi dan pesisir Sidoarjo lainnya. "Kita berharap pengelolaan tambak secara organik hasilnya bisa terus meningkat," jelasnya, Jumat (13/12/2013).

Dalam beberapa tahun terakhir, petambak sudah banyak yang beralih ke budidaya udang organik. Hal ini dengan munculnya kelompok tani organik atau budidaya dengan metode ramah lingkungan.

Diantara kelompok tani yang menerapkan budidaya ramah lingkungan, Kelompok tani Sumber Urip dan Karya Makmur, Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi. "Tahun ini Sidoarjo juara 2 tingkat nasional kategori kelembagaan kelompok pembudidaya ikan dan udang," ujar Sekretaris DKP Sidoarjo, Bachruni.

Bachruni optimis perikanan di Sidoarjo bakal lebih maju lagi. Terutama untuk budidaya udang dan ikan ramah lingkungan.

Bahkan, kini luas tambah di Sidoarjo 15.539 hektar hampir 80 persen menerapkan budidata organik. "Kita berharap dua tahun lagi hasil budidaya udang organik bisa lebih besar dari tahun ini," harap Bachruni.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Sumber Urip, Ismail Syarif mengatakan budidaya udang dan ikan ramah lingkungan sudah ada standart yang ditentukan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Jadi untuk menerapkan budidaya sesuai standar buruh waktu dan kita mulai menerapkan itu," tegasnya.

Selama ini, lanjut pria yang akrab disapa Syarif ini, kelompok tani sudah menerapkan budidaya ikan dan udang organik. Namun, upaya itu belum bisa sepenuhnya dilakukan karena minimnya hasil panen budidaya dengan metode organik.
(rsa)
Berita Terkait
Pengembangan Korporasi...
Pengembangan Korporasi Kedelai di Grobogan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Nilai Petani Turun 1,73%,...
Nilai Petani Turun 1,73%, SPI Minta Pemerintah Perluas Subsidi
Mulai Sekarang, Jangan...
Mulai Sekarang, Jangan Coba-Coba dengan Pupuk Bersubsidi
Pendapatan Petani di...
Pendapatan Petani di Jepang dengan Petani di Indonesia, Antara Bumi dan Langit
Gelar Pengabdian Masyarakat,...
Gelar Pengabdian Masyarakat, UAI Berhasil Tingkatkan Produktivitas Petani Cibereum
Sektor Pangan Jadi Andalan...
Sektor Pangan Jadi Andalan Menjaga Stabilitas Ekonomi Sosial
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
5 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
6 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
6 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
8 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
9 jam yang lalu
Infografis
Terapkan Protol 6M dan...
Terapkan Protol 6M dan 1S untuk Sigap Hadapi Polusi Udara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved