Atasi banjir, BPBD DKI uji renkon para lurah
Selasa, 10 Desember 2013 - 05:49 WIB
Atasi banjir, BPBD DKI uji renkon para lurah
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) DKI menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi penyusunan rencana kontinjensi tanggap darurat banjir. Acara yang diikuti 56 kelurahan di Jakarta itu digelar selama tiga hari, tepatnya, 9-11 Desember 2013 di Hotel Atlantik, Salemba, Jakarta Pusat.
Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Edi Junaedi mengatakan, agenda yang dibahas soal uji dokumen rencana kontijensi tanggap darurat banjir terhadap 21 lurah, khusus di wilayah kota administrasi Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
"Uji dokumen tiap kelurahan yang menyusun renkon (rencana kontingensi). Ujian ini sifatnya bukan seperti ujian skripsi," katanya di lokasi, Senin 9 Desember 2013.
Edi menjelaskan, dalam uji dokumen renkon ini, para lurah memaparkan sistem peringatan dini tentang penanganan banjir di masing-masing wilayah. Termasuk memberikan paparan mengenai analisa kebutuhan dan kemampuan dalam memberikan bantuan kepada warga.
"Jadi dalam renkon itu, warga diajak berkomitmen saling membantu ketika banjir datang. Misalnya ada yang menyanggupi siapkan dua dus mie instan. Maka nanti ketika banjir, dia harus siapkan itu sesuai komitmennya," tuturnya.
Menurutnya, uji dokumen ini sesuai dengan amanat dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang meminta seluruh jajaran Pemprov DKI harus siap sedia bekerjasama dengan warga dalam menghadapi banjir.
"Pak Wagub sampaikan tidak perlu ada apel besar. Yang beliau inginkan yaitu ajarkan lurah manajemen kondangan. Kalau kondangan kan sudah ada yang siapkan macam-macam. Nah renkon itu seperti itu," tandasnya.
Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Edi Junaedi mengatakan, agenda yang dibahas soal uji dokumen rencana kontijensi tanggap darurat banjir terhadap 21 lurah, khusus di wilayah kota administrasi Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
"Uji dokumen tiap kelurahan yang menyusun renkon (rencana kontingensi). Ujian ini sifatnya bukan seperti ujian skripsi," katanya di lokasi, Senin 9 Desember 2013.
Edi menjelaskan, dalam uji dokumen renkon ini, para lurah memaparkan sistem peringatan dini tentang penanganan banjir di masing-masing wilayah. Termasuk memberikan paparan mengenai analisa kebutuhan dan kemampuan dalam memberikan bantuan kepada warga.
"Jadi dalam renkon itu, warga diajak berkomitmen saling membantu ketika banjir datang. Misalnya ada yang menyanggupi siapkan dua dus mie instan. Maka nanti ketika banjir, dia harus siapkan itu sesuai komitmennya," tuturnya.
Menurutnya, uji dokumen ini sesuai dengan amanat dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang meminta seluruh jajaran Pemprov DKI harus siap sedia bekerjasama dengan warga dalam menghadapi banjir.
"Pak Wagub sampaikan tidak perlu ada apel besar. Yang beliau inginkan yaitu ajarkan lurah manajemen kondangan. Kalau kondangan kan sudah ada yang siapkan macam-macam. Nah renkon itu seperti itu," tandasnya.
(mhd)