Dendam dipelonco, siswa ajak preman serang sekolahnya
Rabu, 04 Desember 2013 - 17:31 WIB
Dendam dipelonco, siswa ajak preman serang sekolahnya
A
A
A
Sindonews.com - Lantaran dendam saat kegiatan pendidikan dasar beberapa hari lalu, seorang siswa mengajak preman untuk menyerang sekolahnya, SMKN 1 Barebbo, Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (4/12/2013).
Akibatnya penyerangan tersebut, seorang siswa, Muhammad Syahrir, kelas XII, mengalami luka memar di wajah dan dadanya akibat dikeroyok oleh empat preman dan satu siswa yang dilakukan di depan sekolahnya.
Melihat Syahrir dikeroyok preman, ratusan siswa SMKN 1 Barebbo yang berjumlah ratusan itupun secara bergerombol melakukan upaya penyelamatan. Bentrokan pun tak terhindarkan.
Warga yang terusik dengan aksi kedua kubu ini tak bisa berbuat banyak karena preman tersebut membawa sebilah parang panjang.
Menurut rekan korban, Syahrur, aksi bentrokan ini sudah terjadi dua kali. Pertama saat para pelaku memanggil korban datang sendiri di luar sekolah lalu mengeroyoknya. Berselang satu jam kemudian, keempat pemuda yang berpakaian preman kembali melempari sekolah dengan batu.
"Kami diserang pak, dia duluan membuat masalah dan siswa keluar mengejarnya," kata Syahrur kepada SINDO, Rabu, (4/11/2013).
Menurut Syahrur, adapun pemicu bentrokan itu diduga dilatarbelakangi Diksar Pramuka yang digelar Malam Minggu kemarin. Salah satu peserta yang diberikan hukuman tidak menerima diperlakukan hingga siswa itu memanggil rekan orang dari luar sekolah.
Mendengar ada keributan, Polsek Barebbo bersama dengan Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Bone langsung bergerak cepat ke lokasi. Namun sayang, empat pelaku bergerak lincah hingga berhasil melarikan diri ke semak-semak.
Polisi hanya berhasil mengamankan satu pelaku, Rusli (18) warga Dusun Bottoe, Desa Corawali, Kecamatan Barebbo; serta sepeda motor jenis Satria FU bernomor polisi DD 2902 YX milik pelaku.
"Kita masih melakukan pengejaran kepada rekan pelaku yang ditangkap," kata Ipda Mahdias, Kepala SPK Polres Bone.
Akibatnya penyerangan tersebut, seorang siswa, Muhammad Syahrir, kelas XII, mengalami luka memar di wajah dan dadanya akibat dikeroyok oleh empat preman dan satu siswa yang dilakukan di depan sekolahnya.
Melihat Syahrir dikeroyok preman, ratusan siswa SMKN 1 Barebbo yang berjumlah ratusan itupun secara bergerombol melakukan upaya penyelamatan. Bentrokan pun tak terhindarkan.
Warga yang terusik dengan aksi kedua kubu ini tak bisa berbuat banyak karena preman tersebut membawa sebilah parang panjang.
Menurut rekan korban, Syahrur, aksi bentrokan ini sudah terjadi dua kali. Pertama saat para pelaku memanggil korban datang sendiri di luar sekolah lalu mengeroyoknya. Berselang satu jam kemudian, keempat pemuda yang berpakaian preman kembali melempari sekolah dengan batu.
"Kami diserang pak, dia duluan membuat masalah dan siswa keluar mengejarnya," kata Syahrur kepada SINDO, Rabu, (4/11/2013).
Menurut Syahrur, adapun pemicu bentrokan itu diduga dilatarbelakangi Diksar Pramuka yang digelar Malam Minggu kemarin. Salah satu peserta yang diberikan hukuman tidak menerima diperlakukan hingga siswa itu memanggil rekan orang dari luar sekolah.
Mendengar ada keributan, Polsek Barebbo bersama dengan Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Bone langsung bergerak cepat ke lokasi. Namun sayang, empat pelaku bergerak lincah hingga berhasil melarikan diri ke semak-semak.
Polisi hanya berhasil mengamankan satu pelaku, Rusli (18) warga Dusun Bottoe, Desa Corawali, Kecamatan Barebbo; serta sepeda motor jenis Satria FU bernomor polisi DD 2902 YX milik pelaku.
"Kita masih melakukan pengejaran kepada rekan pelaku yang ditangkap," kata Ipda Mahdias, Kepala SPK Polres Bone.
(rsa)