Diduga dibanting ayah, bayi 1,5 tahun tewas
Selasa, 03 Desember 2013 - 09:55 WIB
Diduga dibanting ayah, bayi 1,5 tahun tewas
A
A
A
Sindonews.com - Malang nasib Z, bayi berusia 1,5 tahun itu tewas setelah menjadi korban pertengkaran orangtua. Diduga korban mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Senin 2 Desember 2013 kemarin.
Diduga korban dibanting oleh ayah kandungnya sendiri LL (25) saat terlibat cekcok dengan sang istri atau ibu korban berinisial F (21) di rumah mereka di kawasan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. Akibat tindakannya itu, LL dilaporkan ke Polres Jakarta Timur, Senin malam.
Berdasar informasi, orangtua korban, LL dan F kerap terlibat pertengkaran. Entah apa yang terjadi, pasangan tersebut pergi meninggalkan rumah dan meninggalkan kedua anak mereka, Z serta kakaknya A (3) yang menangis keras.
"Memang sering terdengar cekcok, dan tadi pagi saya dengar anak yang paling kecil nangisnya keras sekali," kata salah seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya, kepada wartawan Selasa (3/12/2013).
Hendrik (22) Adik LL menuturkan, setelah bekerja, dirinya datang ke rumah sang kakak sekira pukul 09.00 WIB untuk mandi. Saat itu, dirinya hanya menemui kedua bocah tengah menangis.
Berdasar informasi salah seorang kerabat, LL diketahui pergi bekerja sekira pukul 07.00 WIB, sementara F dikabarkan pergi ke rumah orangtuanya di daerah Bojong, Bogor, Jawa Barat dengan membawa tas.
"Saat saya sampai ke rumah kakak, anak-anak itu sedang menangis tanpa ada orangtua. Ada tetangga yang lihat kalau F pergi bawa tas, tapi tidak tahu mau kemana perginya. Dan LL sudah berangkat kerja," terangnya.
Dijelaskan Hendrik, dirinya bersama kerabat tersebut sempat menggendong dan memberi makan kedua bocah. Bahkan Hendrik sempat mencari keberadaan ibu korban yang juga tak ditemukan.
Namun, setelah membereskan perabot rumah tangga yang berserakan di rumah itu, Hendrik menemukan Z yang diketahui mengalami sakit lambung cukup parah telah meninggal dunia.
"Abang saya sudah ditetapkan sebagai tersangka, sudah ditetapkan dengan laporan pembunuhan. Bayi tersebut meninggal pada pukul 15.00 WIB dan sudah dikubur malam hari pada pukul 19.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipayung," jelasnya.
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Jakarta Timur, AKP Endang mengatakan, pihaknya segera melakukan langkah sesuai prosedur dengan mendatangi keluarga dan meminta izin untuk menggali kembali makam Z di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelapa Dua Wetan.
"Yang melaporkan ibu korban. Berdasar laporannya, ibu korban ini melihat anaknya dibanting. Saat ini tim sedang meminta izin untuk mengautopsi korban. Langkah-langkah yang dilakukan harus sesuai dengan prosedur,"katanya hari ini.
Diduga korban dibanting oleh ayah kandungnya sendiri LL (25) saat terlibat cekcok dengan sang istri atau ibu korban berinisial F (21) di rumah mereka di kawasan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. Akibat tindakannya itu, LL dilaporkan ke Polres Jakarta Timur, Senin malam.
Berdasar informasi, orangtua korban, LL dan F kerap terlibat pertengkaran. Entah apa yang terjadi, pasangan tersebut pergi meninggalkan rumah dan meninggalkan kedua anak mereka, Z serta kakaknya A (3) yang menangis keras.
"Memang sering terdengar cekcok, dan tadi pagi saya dengar anak yang paling kecil nangisnya keras sekali," kata salah seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya, kepada wartawan Selasa (3/12/2013).
Hendrik (22) Adik LL menuturkan, setelah bekerja, dirinya datang ke rumah sang kakak sekira pukul 09.00 WIB untuk mandi. Saat itu, dirinya hanya menemui kedua bocah tengah menangis.
Berdasar informasi salah seorang kerabat, LL diketahui pergi bekerja sekira pukul 07.00 WIB, sementara F dikabarkan pergi ke rumah orangtuanya di daerah Bojong, Bogor, Jawa Barat dengan membawa tas.
"Saat saya sampai ke rumah kakak, anak-anak itu sedang menangis tanpa ada orangtua. Ada tetangga yang lihat kalau F pergi bawa tas, tapi tidak tahu mau kemana perginya. Dan LL sudah berangkat kerja," terangnya.
Dijelaskan Hendrik, dirinya bersama kerabat tersebut sempat menggendong dan memberi makan kedua bocah. Bahkan Hendrik sempat mencari keberadaan ibu korban yang juga tak ditemukan.
Namun, setelah membereskan perabot rumah tangga yang berserakan di rumah itu, Hendrik menemukan Z yang diketahui mengalami sakit lambung cukup parah telah meninggal dunia.
"Abang saya sudah ditetapkan sebagai tersangka, sudah ditetapkan dengan laporan pembunuhan. Bayi tersebut meninggal pada pukul 15.00 WIB dan sudah dikubur malam hari pada pukul 19.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipayung," jelasnya.
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Jakarta Timur, AKP Endang mengatakan, pihaknya segera melakukan langkah sesuai prosedur dengan mendatangi keluarga dan meminta izin untuk menggali kembali makam Z di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelapa Dua Wetan.
"Yang melaporkan ibu korban. Berdasar laporannya, ibu korban ini melihat anaknya dibanting. Saat ini tim sedang meminta izin untuk mengautopsi korban. Langkah-langkah yang dilakukan harus sesuai dengan prosedur,"katanya hari ini.
(mhd)