Tahun ini, 124 kelurahan di Jakarta rawan banjir
Senin, 25 November 2013 - 14:42 WIB
Tahun ini, 124 kelurahan di Jakarta rawan banjir
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI membeberkan titik rawan banjir di wilayah Ibu Kota Jakarta pada tahun ini berbeda dengan tahun lalu, karena adanya perubahan curah hujan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DKI Danang Susanto mengatakan, berdasarkan data jajarannya, titik banjir di Ibu Kota Jakarta ada di 124 kelurahan.
"Curah hujan sekarang itu sudah berpindah-pindah. Jadi berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini titik banjir ada di 124 kelurahan," katanya di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2013).
Menurut Danang, 124 titik banjir itu tersebar di berbagai kelurahan di lima kota administratif Jakarta. Berbeda dengan data tahun sebelumnya yang mengacu pada Kementerian PU, titik rawan banjir ada di 64 titik.
"Kalau dahulu kita mengacu ke Kementerian PU, ada 64 titik daerah rawan banjir. Tapi sekarang acuan kita ke kelurahannya langsung," terangnya.
Danang menjelaskan, 124 titik rawan banjir itu di antaranya di Rawa Buaya, Kapuk Muara Jakarta Barat. Kemudian Kampung Pulo, Cipinang, Jakarta Timur. Selanjutnya, Kalibata, Tebet, Bintaro Jakarta Selatan. Lalu di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat.
"Di Jakarta Utara itu di Tanjung Priok, RT01-12 rawan banjir. Tapi tidak menggangu, masyarakat tetap bisa beraktifitas," bebernya.
Terkait hal itu, ia mengaku, telah menyiapkan langkah antisipasi dengan cara mitigasi struktural dan non struktural. Antisipasi migitasi struktural seperti pengerukan 13 sungai dan waduk.
"Sementara yang mitigasi non struktural, seperti pelatihan antisiapasi banjir kepada guru dan anak sekolah,"
Dadang menjelaskan, efektifitas penanggulangan bencana banjir dan longsor ini baru akan terlihat pada Maret 2014. Berdasarkan pengalaman curah hujan tahun lalu, penerapan teori antisipasi banjir pada tahun ini diharapkan bisa efektif.
"Nanti baru kelihatan, apakah nanti masih ada warga yang terlantar bila banjir melanda Jakarta dalam 2-3 bulan ke depan," tukasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DKI Danang Susanto mengatakan, berdasarkan data jajarannya, titik banjir di Ibu Kota Jakarta ada di 124 kelurahan.
"Curah hujan sekarang itu sudah berpindah-pindah. Jadi berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini titik banjir ada di 124 kelurahan," katanya di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2013).
Menurut Danang, 124 titik banjir itu tersebar di berbagai kelurahan di lima kota administratif Jakarta. Berbeda dengan data tahun sebelumnya yang mengacu pada Kementerian PU, titik rawan banjir ada di 64 titik.
"Kalau dahulu kita mengacu ke Kementerian PU, ada 64 titik daerah rawan banjir. Tapi sekarang acuan kita ke kelurahannya langsung," terangnya.
Danang menjelaskan, 124 titik rawan banjir itu di antaranya di Rawa Buaya, Kapuk Muara Jakarta Barat. Kemudian Kampung Pulo, Cipinang, Jakarta Timur. Selanjutnya, Kalibata, Tebet, Bintaro Jakarta Selatan. Lalu di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat.
"Di Jakarta Utara itu di Tanjung Priok, RT01-12 rawan banjir. Tapi tidak menggangu, masyarakat tetap bisa beraktifitas," bebernya.
Terkait hal itu, ia mengaku, telah menyiapkan langkah antisipasi dengan cara mitigasi struktural dan non struktural. Antisipasi migitasi struktural seperti pengerukan 13 sungai dan waduk.
"Sementara yang mitigasi non struktural, seperti pelatihan antisiapasi banjir kepada guru dan anak sekolah,"
Dadang menjelaskan, efektifitas penanggulangan bencana banjir dan longsor ini baru akan terlihat pada Maret 2014. Berdasarkan pengalaman curah hujan tahun lalu, penerapan teori antisipasi banjir pada tahun ini diharapkan bisa efektif.
"Nanti baru kelihatan, apakah nanti masih ada warga yang terlantar bila banjir melanda Jakarta dalam 2-3 bulan ke depan," tukasnya.
(mhd)