Ansor Jatim keluarkan petisi ganyang Australia

Sabtu, 23 November 2013 - 16:04 WIB
Ansor Jatim keluarkan...
Ansor Jatim keluarkan petisi ganyang Australia
A A A
Sindonews.com - Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menyerukan “ganyang” Australia. Slogan yang populer di era Presiden Soekarno itu, diserukan kepada seluruh anggota Ansor, untuk merapatkan barisan melawan arogansi Australia.

Dalam acara Rapat Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Timur, di aula Kampus IAIN Tulungagung, Ansor mengeluarkan tiga petisi untuk kasus penyadapan yang dilakukan Australia. Pertama, mendesak Perdana Menteri Australia meminta maaf kepada bangsa Indonesia.

Kedua, meminta Presiden SBY untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Australia. Ketiga, menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu membela NKRI.

"Kita serukan Ganyang Australia. Petisi ini merupakan sikap formal GP Ansor wilayah dan seluruh cabang di Jawa Timur," ujar Ketua GP Ansor Jawa Timur Alfa Isnaini kepada wartawan Sabtu (23/11).

Kasus penyadapan tidak hanya menyakiti Presiden SBY. Aksi memata-matai pembicaraan Presiden, termasuk Wakil Presiden Boediono, ibu negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri, menurut Alfa telah menyakiti seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu, Presiden didesak untuk berani memutuskan hubungan diplomatik yang selama ini terjalin hangat dengan Australia.
"Sebab ditinjau dari sisi apapun, hubungan itu hanya menguntungkan pihak Australia. Sedangkan kita selalu berada di pihak yang dirugikan," tegas Alfa Isnaini.

Sebagai contoh peternakan sapi di Jawa Timur. Dengan banyaknya jenis sapi Australia, mengakibatkan perdagangan sapi didominasi dari sana. Sementara para peternak sapi lokal dirugikan. "Ini satu contoh perdagangan sapi. Belum yang lain-lainya," terang Alfa.

Tidak hanya menyuarakan petisi. Seluruh pimpinan Ansor wilayah dan Ketua Ansor cabang di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, termasuk Rektor IAIN Tulungagung Maftukhin juga membubuhkan tanda tangan di atas spanduk petisi.

Tanda tangan besama itu sebagai bukti bahwa Ansor sungguh-sungguh membela kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Petisi dengan tandatangan seluruh pimpinan Ansor Jawa Timur ini akan kita kirimkan ke pemerintah pusat," tegasnya.

Jika memang pernyataan sikap ini diabaikan, Alfa akan menerjunkan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) ke jalan. Sementara usai membacakan pernyataan sikap, sejumlah banser dan beberapa mahasiswa IAIN Tulungagung melakukan orasi bergantian.

"Ganyang Australia! Sebagai bangsa yang besar, kita tidak akan tinggal diam diperlakukan kurang ajar oleh Australia. Mari kita bersatu padu melawan Australia," teriak Wakil Komandan Banser Tulungagung Robingan Abdul Azis.
(san)
Berita Terkait
Muhammadiyah Masuk 10...
Muhammadiyah Masuk 10 Organisasi Keagamaan Terkaya di Dunia
Cicit HOS Tjokroaminoto...
Cicit HOS Tjokroaminoto Lantik Pengurus PP SEPMI dan SEPMI-WATI
PP Pemuda Muhammadiyah...
PP Pemuda Muhammadiyah Sampaikan Empat Pilar Pemuda Negarawan kepada AIMEP
Ormas Islam Gelar Tadarus...
Ormas Islam Gelar Tadarus Kebangsaan, Minta Pemilu Tepat Waktu, Jujur, dan Adil
Ormas-Ormas Islam Tiba...
Ormas-Ormas Islam Tiba di Istana, BoP Gaza Akan Dibahas
Muhammadiyah Ucapkan...
Muhammadiyah Ucapkan Selamat Harlah 1 Abad NU
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
23 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
31 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
47 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
DeepSeek AI China Diblokir...
DeepSeek AI China Diblokir di Amerika Serikat, Italia, Australia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved