Jelang penetapan UMK, ribuan buruh turun ke jalan
Rabu, 20 November 2013 - 15:37 WIB
Jelang penetapan UMK, ribuan buruh turun ke jalan
A
A
A
Sindonews.com - Jelang penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2014, ribuan buruh kembali turun jalan. Akibatnya, sejumlah jalan-jalan protokol di Surabaya macet. Apalagi para buruh datang berkonvoi.
Pantauan di lokasi, massa buruh dari ring 1 yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan dan Gresik berkumpul di bunderan Waru, Surabaya. Massa buruh dari Elemen FSPMI dan KSN ini sempat berputar mengelilingi bunderan Waru. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut macet total
Di tempat ini merupakan pintu masuk ke kota Surabaya. Kemudian, massa buruh ini long march menuju Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
Kontan saja akibat long march buruh , Jalan Ahmad Yani, Jalan Raya Darmo dan Jalan Basuki Rahmat macet. Tak hanya itu, Jalan Gubernur Suryo juga ditutup total oleh pihak kepolisian.
Selain berdemo di depan Gedung Negara Grahadi, para buruh ini juga dipecah untuk berdemo di Kantor Wali Kota Surabaya, Jalan Wali kota Mustajab dan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan Surabaya.
Tiga lokasi tersebut dijaga ketat oleh pihak kepolisian. "Mohon maaf para ibu-ibu dan bapak-bapak pengguna jalan. Kami ini hanya menuntut hak jika tidak demikian maka para pengusaha akan seenaknya kepada kaum buruh," ujar salah seorang orator di atas kendaraan bak terbuka, Rabu (20/11/2013).
Para buruh ini meminta kenaikan upah hingga Rp3 juta per bulan. Jumlah tersebut adalah harga mati karena sudah sesuai dengan perhitungan KHL. Sementara itu, UMK sendiri, akan ditetapkan pada 21 November 2013 besok.
Penetapan akan dilakukan setelah pada hari ini oleh Dewan Pengupahan mengundang beberapa akademisi dari Unair untuk menghitung secara pasti kebutuhan dan kepantasan pengupahan di Jawa Timur.
Saat ini, Gubernur Jatim Soekarwo tengah mengadakan rapat dengan pihak Apindo Jawa Timur, dan Dewan Pengupahan Pemprov Jawa Timur di Kantor Gubernur.
Informasi yang dihimpun di lapangan, untuk mengawal angka UMK ini, para buruh akan melalukan gerakan menginap di depan Kantor Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
Pantauan di lokasi, massa buruh dari ring 1 yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan dan Gresik berkumpul di bunderan Waru, Surabaya. Massa buruh dari Elemen FSPMI dan KSN ini sempat berputar mengelilingi bunderan Waru. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut macet total
Di tempat ini merupakan pintu masuk ke kota Surabaya. Kemudian, massa buruh ini long march menuju Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
Kontan saja akibat long march buruh , Jalan Ahmad Yani, Jalan Raya Darmo dan Jalan Basuki Rahmat macet. Tak hanya itu, Jalan Gubernur Suryo juga ditutup total oleh pihak kepolisian.
Selain berdemo di depan Gedung Negara Grahadi, para buruh ini juga dipecah untuk berdemo di Kantor Wali Kota Surabaya, Jalan Wali kota Mustajab dan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan Surabaya.
Tiga lokasi tersebut dijaga ketat oleh pihak kepolisian. "Mohon maaf para ibu-ibu dan bapak-bapak pengguna jalan. Kami ini hanya menuntut hak jika tidak demikian maka para pengusaha akan seenaknya kepada kaum buruh," ujar salah seorang orator di atas kendaraan bak terbuka, Rabu (20/11/2013).
Para buruh ini meminta kenaikan upah hingga Rp3 juta per bulan. Jumlah tersebut adalah harga mati karena sudah sesuai dengan perhitungan KHL. Sementara itu, UMK sendiri, akan ditetapkan pada 21 November 2013 besok.
Penetapan akan dilakukan setelah pada hari ini oleh Dewan Pengupahan mengundang beberapa akademisi dari Unair untuk menghitung secara pasti kebutuhan dan kepantasan pengupahan di Jawa Timur.
Saat ini, Gubernur Jatim Soekarwo tengah mengadakan rapat dengan pihak Apindo Jawa Timur, dan Dewan Pengupahan Pemprov Jawa Timur di Kantor Gubernur.
Informasi yang dihimpun di lapangan, untuk mengawal angka UMK ini, para buruh akan melalukan gerakan menginap di depan Kantor Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
(lns)