Gagal datangkan 1.000 bus, Jokowi salahkan DPRD
Selasa, 19 November 2013 - 17:15 WIB
Gagal datangkan 1.000 bus, Jokowi salahkan DPRD
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menuding, gagalnya pengadaan 1.000 unit bus pada tahun ini disebabkan pemangkasan anggaran serta lambannya pengesahan APBD dari DPRD DKI.
Jokowi mengungkapkan, proses pengadaan armada bus, harus mendapatkan 'restu' dari jajaran legislatif. Dalam usulan itu, DPRD memangkas anggaran pembelian bus dengan alasan karena kepentingan lain.
"Pengadaan bus kan perlu persetujuan dewan. Oleh mereka (dewan) dikurangi. Alasannya dana dialokasikan untuk kepentingan yang lain," katanya di Balai Kota Jakarta, Selasa (19/11/2013).
Lebih lanjut Jokowi mengutarakan, kendala lain penyebab gagalnya pengadaan 1.000 unit bus karena DPRD lamban mengesahkan APBD hingga proses lelang menjadi molor.
Karena telatnya proses lelang itu, lanjut Jokowi, perusahaan pemenang tender pengadaan bus ini menjadi terkendala melakukan pemesanan barang. Akibatnya, jumlah bus yang dipesan pun menjadi berkurang karena waktunya relatif sedikit.
"Pas lelang ada sanggah-sanggahan, sehingga menghabiskan waktu lagi. Pas sudah ada pemenangnya, waktunya tinggal lima bulan. Kalau mepet begini ya enggak bisalah," cetusnya.
Menurut Jokowi, 1.000 unit bus itu rencananya akan didatangkan secara bertahap pada Desember 2013. Bus yang dihadirkan sendiri berupa bus Transjakarta dengan model single (tunggal) dan articulated (gandeng) dan sisanya bus sedang.
"Padahal bus baru itu diusulkan untuk menambah jumlah armada angkutan massal serta mengurangi kemacetan," tandasnya.
Jokowi mengungkapkan, proses pengadaan armada bus, harus mendapatkan 'restu' dari jajaran legislatif. Dalam usulan itu, DPRD memangkas anggaran pembelian bus dengan alasan karena kepentingan lain.
"Pengadaan bus kan perlu persetujuan dewan. Oleh mereka (dewan) dikurangi. Alasannya dana dialokasikan untuk kepentingan yang lain," katanya di Balai Kota Jakarta, Selasa (19/11/2013).
Lebih lanjut Jokowi mengutarakan, kendala lain penyebab gagalnya pengadaan 1.000 unit bus karena DPRD lamban mengesahkan APBD hingga proses lelang menjadi molor.
Karena telatnya proses lelang itu, lanjut Jokowi, perusahaan pemenang tender pengadaan bus ini menjadi terkendala melakukan pemesanan barang. Akibatnya, jumlah bus yang dipesan pun menjadi berkurang karena waktunya relatif sedikit.
"Pas lelang ada sanggah-sanggahan, sehingga menghabiskan waktu lagi. Pas sudah ada pemenangnya, waktunya tinggal lima bulan. Kalau mepet begini ya enggak bisalah," cetusnya.
Menurut Jokowi, 1.000 unit bus itu rencananya akan didatangkan secara bertahap pada Desember 2013. Bus yang dihadirkan sendiri berupa bus Transjakarta dengan model single (tunggal) dan articulated (gandeng) dan sisanya bus sedang.
"Padahal bus baru itu diusulkan untuk menambah jumlah armada angkutan massal serta mengurangi kemacetan," tandasnya.
(mhd)