Langgar 3 poin, siswa akan dikeluarkan
Selasa, 19 November 2013 - 12:35 WIB
Langgar 3 poin, siswa akan dikeluarkan
A
A
A
Sindonews.com - Peredaran narkoba yang tidak pandang bulu memilih targetnya, membuat semua orangtua menjadi khawatir. Tidak luput dari perhatian, lingkungan sekolah juga patut dicurigai adanya peredaran barang haram itu.
Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMPN 165 Jakarta Timur Jajan Hanaris memahami kecemasan orangtua pada anak-anak mereka yang masih ada dibangku sekolah.
Untuk itu, pria asal Pakem, Sleman, Jogjakarta ini berharap adanya komunikasi yang baik antara orangtua, anak dan pihak sekolah agar tidak ada mis informasi dalam mendidik anak.
"Kita sangat mengapresiasi perhatian orangtua pada anak, sehingga mereka selalu cemas dengan anaknya. Tapi kita minta agar ada komunikasi yang baik dalam mendidik anak, khususnya dalam info hal-hal seperti ini (narkoba)," katanya saat ditemui Sindonews di ruang kerjanya SMPN 165 Jalan Balai Rakyat III/16, Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta-Timur, Selasa (19/11/2013).
Jajang secara tegas mengungkapkan, pihaknya tidak akan segan-segan mengeluarkan siswa apabila melanggar tiga poin yang menjadi pelanggaran berat.
"Saya tidak akan kompromi dengan anak yang terlibat dengan narkoba, tawuran dan tindakan asusila. Itu tidak ditolerir. Makanya setiap ada ruang kelas yang kosong saya selalu masuk dan nasehati anak-anak soal efek buruk ke tiga hal tadi," tuturnya.
Baca berita terkait:
SMPN 165 bantah ada peredaran narkoba
Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMPN 165 Jakarta Timur Jajan Hanaris memahami kecemasan orangtua pada anak-anak mereka yang masih ada dibangku sekolah.
Untuk itu, pria asal Pakem, Sleman, Jogjakarta ini berharap adanya komunikasi yang baik antara orangtua, anak dan pihak sekolah agar tidak ada mis informasi dalam mendidik anak.
"Kita sangat mengapresiasi perhatian orangtua pada anak, sehingga mereka selalu cemas dengan anaknya. Tapi kita minta agar ada komunikasi yang baik dalam mendidik anak, khususnya dalam info hal-hal seperti ini (narkoba)," katanya saat ditemui Sindonews di ruang kerjanya SMPN 165 Jalan Balai Rakyat III/16, Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta-Timur, Selasa (19/11/2013).
Jajang secara tegas mengungkapkan, pihaknya tidak akan segan-segan mengeluarkan siswa apabila melanggar tiga poin yang menjadi pelanggaran berat.
"Saya tidak akan kompromi dengan anak yang terlibat dengan narkoba, tawuran dan tindakan asusila. Itu tidak ditolerir. Makanya setiap ada ruang kelas yang kosong saya selalu masuk dan nasehati anak-anak soal efek buruk ke tiga hal tadi," tuturnya.
Baca berita terkait:
SMPN 165 bantah ada peredaran narkoba
(mhd)