Jamkesmas belum dibayar, perawat RSUD dr Slamet Garut resah

Selasa, 12 November 2013 - 13:30 WIB
Jamkesmas belum dibayar,...
Jamkesmas belum dibayar, perawat RSUD dr Slamet Garut resah
A A A
Sindonews.com – Sejumlah perawat di RSUD dr Slamet Garut mengeluhkan tunggakan pembayaran jasa Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Jasa Jamkesmas ini belum mereka terima sejak Juli 2013 lalu.

Dari informasi yang dihimpun, penyebab keterlambatan pembayaran karena belum disahkannya APBD Perubahan Tahun 2013.

Salah seorang perawat yang enggan disebutkan identitasnya menuturkan, keterlambatan pembayaran ini telah membuat dirinya cemas.

“Pembayaran jasa Jamkesmas untuk Bulan Juli sudah dilakukan sekira 85 persen. Tinggal yang 15 persennya belum. Sementara untuk beberapa bulan selanjutnya, yaitu Agustus, September dan Oktober sama sekali belum dibayar,” kata perawat ini, Selasa (12/11/2013).

Menenurutnya, besaran jasa Jamkesmas yang mesti diterima para petugas medis di rumah sakit berbeda-beda. Pembedaan ini didasarkan atas status petugas yang bersangkutan, apakah PNS atau honorer, beserta banyak atau tidaknya tindakan medis yang diberikan.

“Perawat yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan perawat yang di ruangan perawatan juga berbeda. Khusus di IGD, untuk perawat yang statusnya sudah PNS, jasa Jamkesmas yang harus dibayarkan per bulannya minimal di atas Rp2 juta. Sedangkan untuk petugas honorer jasa Jamkesmas per bulannya sekira Rp1,5 juta. Sementara perawat di ruangan, besarannya di bawah Rp1,5 juta,” sebutnya.

Kekhawatiran yang kini dirasakan para perawat, yaitu adanya wacana pengalihan Program Jamkesmas ke program layanan kesehatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) di awal 2014 mendatang.

Pasalnya, kata dia, setelah tanggal 15 Januari 2014, semua klaim atas pembayaran untuk Jamkesmas akan hangus.

“Saya berharap agar pembayaran jasa Jamkesmas kami dapat dibayarkan meski dilakukan bertahap. Setiap bulan kami cemas dan menunggu informasinya. Bukannya apa-apa, untuk dapat menjalani hidup kami tidak bisa mengandalkan gaji. Untuk perawat yang masih honorer, gajinya masih di bawah Rp1 juta. Sementara kami dituntut bekerja ekstra memberikan pelayanan kepada masyarakat,” urainya.
(lns)
Berita Terkait
SMC RS Telogorejo Semarang...
SMC RS Telogorejo Semarang Luncurkan 3 Inovasi Pelayanan Kesehatan
Kehadiran dan Ketersediaan...
Kehadiran dan Ketersediaan Layanan Kesehatan Dinilai Penting
Jabat Ketua PW IAMARSI,...
Jabat Ketua PW IAMARSI, Willi Putra Siap Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Momentum Benahi Pelayanan...
Momentum Benahi Pelayanan Kesehatan
Beroperasi, Klinik Nuhrintama...
Beroperasi, Klinik Nuhrintama Diharap Tunjang Pelayanan Kesehatan di Gowa
Mudahkan Pengguna, SehatQ...
Mudahkan Pengguna, SehatQ Layani Pemesanan Obat Secara Online
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
48 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Akhirat, Planet yang...
Akhirat, Planet yang Belum Dijangkau Astronot Akan Diungkap?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved