Pungli oknum PNS DKI, Jokowi lakukan kroscek
Rabu, 06 November 2013 - 19:55 WIB
Pungli oknum PNS DKI, Jokowi lakukan kroscek
A
A
A
Sindonews.com - Kabar adanya oknum pegawai staf Pemprov DKI berinisial D, yang meminta pungutan liar (pungli) kepada pihak Yayasan Rumah Sakit Jakarta, rupanya telah sampai ke kuping Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Terkait laporan tersebut, orang nomor satu di DKI Jakarta ini menegaskan, bahwa tidak ada pungutan seperti itu di lingkungan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
"Saya sudah terima laporannya. Pungutan seperti itu tidak ada," tegas Jokowi saat ditemui di Balai Kota, Rabu (06/11/2013).
Jokowi juga mengaku terbiasa melakukan hal yang sangat kecil dan sensitif. Kalaupun ada satu dua undangan yang tidak bisa dihadiri, itu terjadi karena banyaknya agenda lain di lapangan.
"Sehari kegiatan bisa 30-40 undangan, bagaimana cara menghadiri semuanya. Satu hari, undangan bisa dari pagi sampai malam," terangnya.
Mantan Wali Kota Solo ini juga mengatakan telah memerintahkan anak buahnya mengkonfimasi laporan tersebut, terhadap pihak Yayasan RS Jakarta.
"Saya sudah suruh orang ke sana buat konfirmasi. Tanya saja ke Pak Heru (Kepala Biro Kepala Daerah dan Hubungan Luar Negeri, red)," tandasnya.
Jokowi menambahkan, mekanisme pengundangan dirinya dalam suatu acara tidak berbelit dan simpel. Undangan yang masuk ke Sekretariat Daerah, nantinya akan dicek ulang lalu ditentukan.
"Simpel. Undang dan kami cek yang belum pernah dihadiri. Nanti kami tentukan mana yang prioritas," pungkasnya.
Klik di si sini untuk berita pungli lainnya.
Terkait laporan tersebut, orang nomor satu di DKI Jakarta ini menegaskan, bahwa tidak ada pungutan seperti itu di lingkungan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
"Saya sudah terima laporannya. Pungutan seperti itu tidak ada," tegas Jokowi saat ditemui di Balai Kota, Rabu (06/11/2013).
Jokowi juga mengaku terbiasa melakukan hal yang sangat kecil dan sensitif. Kalaupun ada satu dua undangan yang tidak bisa dihadiri, itu terjadi karena banyaknya agenda lain di lapangan.
"Sehari kegiatan bisa 30-40 undangan, bagaimana cara menghadiri semuanya. Satu hari, undangan bisa dari pagi sampai malam," terangnya.
Mantan Wali Kota Solo ini juga mengatakan telah memerintahkan anak buahnya mengkonfimasi laporan tersebut, terhadap pihak Yayasan RS Jakarta.
"Saya sudah suruh orang ke sana buat konfirmasi. Tanya saja ke Pak Heru (Kepala Biro Kepala Daerah dan Hubungan Luar Negeri, red)," tandasnya.
Jokowi menambahkan, mekanisme pengundangan dirinya dalam suatu acara tidak berbelit dan simpel. Undangan yang masuk ke Sekretariat Daerah, nantinya akan dicek ulang lalu ditentukan.
"Simpel. Undang dan kami cek yang belum pernah dihadiri. Nanti kami tentukan mana yang prioritas," pungkasnya.
Klik di si sini untuk berita pungli lainnya.
(stb)