TPS liar menjamur di Depok

Selasa, 05 November 2013 - 20:47 WIB
TPS liar menjamur di...
TPS liar menjamur di Depok
A A A
Sindonews.com - Sejumlah warga RT 09/RW01, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Depok mengeluhkan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang terletak di Jalan Tanah Baru samping jembatan Merah, Kelurahan Beji.

Tumpukan sampah yang sudah menggunung tersebut dinilai telah mengganggu kenyamanan warga, seperti bau yang menyengat, banyak lalat dan dikhawatirkan mengundang penyakit.

Ketua RT09/RW01, Kelurahan Beji, Adi Gamur mengatakan, sampah di TPS itu sudah lama menumpuk dan jarang diangkut petugas kebersihan. Dia menegaskan, tumpukan sampah itu bukan berasal dari sampah warganya, tetapi berasal dari warga RW01, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji.

"Banyak pengendara yang melintas sambil membuang sampah di sini," ujar Adi di lokasi, Selasa (5/11/2013).

Karena itu, Adi meminta TPS tersebut ditutup karena telah mengganggu kenyamanan warga. "Saat membuat TPS itu juga tidak ada koordinasi dengan kita, padahal lokasinya berdekatan dengan wilayah saya," tegasnya.

Angka migrasi atau pertambahan penduduk di Depok di atas 4 persen setiap tahun. Tentu hal itu menambah angka tumpukan sampah meningkat dari 3 ribuan meter kubik per hari, kini menjadi 4.500 meter kubik per hari.

Depok hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Cipayung yang kondisinya melebihi kapasitas. Meskipun sudah ada puluhan Unit Pengolahan Sampah (UPS) namun tetap saja tidak efektif dan masih menimbulkan tumpukan sampah liar.

Sehingga perluasan TPA Cipayung dirasakan mendesak. Teknologi dengan mesin inseneratot tersebut dipercaya bisa mengolah sampah 1.400 meter kubik per hari dengan suhu panas hingga 1.000 derajat celcius.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok Kania Parwanti mengatakan, kapasitas UPS hanya mampu mengolah sampah 20 persen, karena itu masih banyak ditemukan TPS liar di masyarakat. Jika teknologi ini dilakukan, dipastikan sampah liar tersebut akan berangsur berkurang.

“Paling cepat akhir tahun 2014 kita lakukan. Ini sebuah rekayasa tengah dan hilir. Kami tetap optimalkan UPS, pemilahan jalan, nanti hanya sampah residu, juga perbanyak bank sampah. Sekarang kan masih bisa ditemui TPS liar di jalan banyak banget,” ungkap Kania.
(mhd)
Berita Terkait
Pengolahan Sampah dan...
Pengolahan Sampah dan Rendahnya Kesadaran Jadi Masalah Serius
Rayakan HPSN, Kemkominfo...
Rayakan HPSN, Kemkominfo Ajak Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat
Sampah Elektronik di...
Sampah Elektronik di Indonesia Diprediksi Tembus 4,4 Juta Ton, Begini Cara Mengatasinya
Horor! 100 Ton Sampah...
Horor! 100 Ton Sampah Menumpuk di Kali Jambe Bekasi
Saset Jadi Penyumbang...
Saset Jadi Penyumbang Sampah Plastik Terbesar di Indonesia
Kasus Penumpukan Sampah...
Kasus Penumpukan Sampah yang Mengganggu Warga
Berita Terkini
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
50 menit yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
3 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
5 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
6 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
8 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved