Makassar tidak siap hadapi banjir akhir tahun
Sabtu, 26 Oktober 2013 - 04:26 WIB
Makassar tidak siap hadapi banjir akhir tahun
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah beserta masyarakat Kota Makassar dinilai tidak siap menghadapi bencana banjir yang diperkirakan bakal terjadi di bulan Desember 2013 dan Januari 2014.
Berdasarkan pengamatan wartawan, drainase primer (kanal) di Makassar, banyak dipenuhi tumpukan sampah dan eceng gondok, serta mulai mengalami pendangkalan. Kanal barat kota seperti Sinrijala (2.366 meter), Jongaya (6.565 meter), Panampu (4.938 meter), banyak dipenuhi sampah.
Begitupun dengan kanal timur, seperti Pampang hulu (5.086 meter), Pampang hilir (4.213 meter), kanal Gowa I (1.677 meter), kanal Gowa II (3.936 meter), dan Antang (1.377 meter), banyak dipenuhi eceng gondok.
Drainase sekunder dan tersier, banyak yang belum dikeruk. Bahkan, banyak yang tersumbat akibat sampah yang dibuang masyarakat sembarangan. Bekas pengerukan drainase dibiarkan berserakan di pinggir jalan, dan sengaja tidak diangkut hingga menimbulkan suasana kumuh.
Pemandangan itu, tampak terlihat di sekitar Pasar Toddopuli, Jalan Tamangapa Raya, Jalan Borong Raya. “Pembangunan dan pemeliharaan kanal tanggungjawab pusat melalui Balai Besar Sungai Pompengan-Jeneberang," ujar Kepala Seksi Bangunan Air dan Pemeliharaan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar Darmawagus, di Makassar, Jumat (25/10/2013).
Namun, pihaknya mengklaim tetap membersihkan sebagian. Soal bekas galian drainase, dirinya mengaku sudah memberikan teguran keras kepada kontraktor agar mengangkut secepatnya.
Akibat bekas galian sedimentasi drainase itu, pengguna jalan terganggu. Bahkan, sebagian lagi turun kembali kedalam drainase sehingga pengerukan menjadi sia-sia.
Darmawagus mengemukakan, Dinas PU Makassar telah mengajukan proposal ke pusat untuk pengerukan kanal senilai ratusan miliar rupiah. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin juga mengajak Pemprov Sulsel bersama-sama mendesak pusat mengalokasikan anggaran pengerukan kanal.
Khusus untuk drainase sekunder dan tersier sepanjang 3.000 kilometer yang menjadi tanggungjawab Pemkot Makassar, telah diguyur anggaran sekitar Rp40 miliar lebih melalui APBD Makassar 2013. Jumlah tersebut, jauh lebih besar dibanding anggaran drainase pada APBD 2012 yang hanya sekitar Rp10 miliar.
Berdasarkan pengamatan wartawan, drainase primer (kanal) di Makassar, banyak dipenuhi tumpukan sampah dan eceng gondok, serta mulai mengalami pendangkalan. Kanal barat kota seperti Sinrijala (2.366 meter), Jongaya (6.565 meter), Panampu (4.938 meter), banyak dipenuhi sampah.
Begitupun dengan kanal timur, seperti Pampang hulu (5.086 meter), Pampang hilir (4.213 meter), kanal Gowa I (1.677 meter), kanal Gowa II (3.936 meter), dan Antang (1.377 meter), banyak dipenuhi eceng gondok.
Drainase sekunder dan tersier, banyak yang belum dikeruk. Bahkan, banyak yang tersumbat akibat sampah yang dibuang masyarakat sembarangan. Bekas pengerukan drainase dibiarkan berserakan di pinggir jalan, dan sengaja tidak diangkut hingga menimbulkan suasana kumuh.
Pemandangan itu, tampak terlihat di sekitar Pasar Toddopuli, Jalan Tamangapa Raya, Jalan Borong Raya. “Pembangunan dan pemeliharaan kanal tanggungjawab pusat melalui Balai Besar Sungai Pompengan-Jeneberang," ujar Kepala Seksi Bangunan Air dan Pemeliharaan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar Darmawagus, di Makassar, Jumat (25/10/2013).
Namun, pihaknya mengklaim tetap membersihkan sebagian. Soal bekas galian drainase, dirinya mengaku sudah memberikan teguran keras kepada kontraktor agar mengangkut secepatnya.
Akibat bekas galian sedimentasi drainase itu, pengguna jalan terganggu. Bahkan, sebagian lagi turun kembali kedalam drainase sehingga pengerukan menjadi sia-sia.
Darmawagus mengemukakan, Dinas PU Makassar telah mengajukan proposal ke pusat untuk pengerukan kanal senilai ratusan miliar rupiah. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin juga mengajak Pemprov Sulsel bersama-sama mendesak pusat mengalokasikan anggaran pengerukan kanal.
Khusus untuk drainase sekunder dan tersier sepanjang 3.000 kilometer yang menjadi tanggungjawab Pemkot Makassar, telah diguyur anggaran sekitar Rp40 miliar lebih melalui APBD Makassar 2013. Jumlah tersebut, jauh lebih besar dibanding anggaran drainase pada APBD 2012 yang hanya sekitar Rp10 miliar.
(san)