Minta diperhatikan, wanita selingkuhan rekayasa kasus perampokan

Kamis, 24 Oktober 2013 - 20:57 WIB
Minta diperhatikan,...
Minta diperhatikan, wanita selingkuhan rekayasa kasus perampokan
A A A
Sindonews.com - Ingin mendapat perhatian dari kekasihnya, seorang WIL (Wanita Idaman Lain) Nia Prameswari alias Nia (25) warga Karanganyar Gunung RT02/RW02, Candsari, Kota Semarang, nekat mengelabui polisi.

Dia mengaku telah menjadi korban perampokan bersenjata tajam (sajam). Bahkan, bayinya yang masih berusia tiga bulan, dikatakan sempat diancam celurit oleh pelaku dan hendak dibunuh.

Nia melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang pada Rabu 23 Oktober 2013, sekira pukul 17.00 WIB. Di depan petugas, dia mengaku dirampok usai mengambil uang di ATM (Anjungan Tunai Mandiri) kompleks SPBU Gajahmungkur Semarang, sekira pukul 16.30 WIB.

Laporan itupun diterima petugas dan teregister resmi LP/B/1795/X/2013/Jtg/Res Tbs. Rupanya, akal–akalan Nia tak berjalan mulus. Polisi mengendus gelagat mencurigakan. Malam hari, sekira 5 jam usai laporan, Tim Reserse Mobil (Resmob) Satuan Reskrim Polrestabes Semarang, tidak menemukan bukti–bukti pelapor telah menjadi korban perampokan.

Esok harinya, Nia pun diperiksa terkait hal itu. Didampingi orang tuanya dan AK, bayinya yang masih berusia tiga bulan, Nia mengaku telah berbohong kepada polisi. NP mengaku tidak tahu, jika laporan palsu seperti itu bisa berakibat hukum.

NP bercerita jika dirinya seorang janda punya satu anak. Tak lama, dia bercerai. Kemudian, berpacaran dengan tetangganya Adit (32) yang sudah berkeluarga. Dari hubungan gelap dengan Adit, lahirlah AK, yang masih berusia tiga bulan itu. Adit sehari–hari bekerja sebagai buruh.

“Saya spontan saja punya pikiran lapor polisi kalau menjadi korban perampokan. Penyebabnya, agar dapat perhatian Mas Adit. Dapat jatah uang bulanan. Soalnya, semenjak kelahiran bayi ini, tidak pernah lagi memberi uang. Dulu waktu saya mengandung anaknya, Mas Adit itu rutin memberi uang bulanan,” ungkapnya, saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Kamis (24/10/2013).

Di ruangan penyidik, Nia terlihat sesekali mengusap matanya. AK terus digendongnya. Bayi itu sesekali menangis. Nia mengatakan, saat melapor menyebutkan pelaku perampokannya menggunakan sepeda motor Honda Supra nomor polisi H 2823 QS, dan menggasak uang Rp2,5juta.

“Memang itu bohong, saya ngarang saja ceritanya. Untuk pelat nomor itu saya asal ngomong saja,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto yang terlihat ikut memeriksa terlihat terus geleng–geleng kepala, keheranan dengan ulah Nia.

“Waktu sore itu habis melapor, saya sempat tanya–tanya. Sambil bawa bayinya itu, gendong–gendong. Tapi saya curiga, kok wajahnya lempeng saja, nggak ada mimik seperti orang habis dirampok. Saya perintahkan resmob bergerak cepat, ternyata betul laporannya bohong. Anaknya itu yang bayi dijadikan bahan agar dikasihani,” ungkapnya.

Terkait akibat hukumnya, Wika mengatakan sebetulnya bisa dijerat pidana tentang memberikan laporan palsu, mengadukan telah terjadi tindak pidana. Padahal diketahui tindak pidana itu tidak ada atau tidak terjadi. Itu diatur Pasal 220 KUHP, ancaman hingga 1,4 tahun penjara.

Namun demikian, Nia hanya dikenai wajib lapor. Wika menyarankan agar Nia mencabut laporan yang sudah dibuatnya agar tidak dijadikan tersangka.

“Motor yang dikatakan digunakan pelaku, memang ada pemiliknya. Setelah diselidiki, betul tidak digunakan merampok. Mesinnya dingin, seharian tidak dipakai. Memang kasihan juga anggota saya, tapi bagaimana lagi, kasihan juga ibunya (Nia), itu bayinya masih tiga bulan,” bebernya.

Sekira pukul 13.00, Nia bersama bayinya berikut ibunya pulang meninggalkan Mapolrestabes Semarang. “Kami punya pertimbangan. Hukum memang boleh ditegakkan sekeras-kerasnya, tapi melihat seperti ini, tentu pembinaan lebih dikedepankan. Dia hanya ingin diperhatikan selingkuhannya,” jelas Wika.
(san)
Berita Terkait
Kasus Penipuan WO Ayu...
Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: 207 Korban, Kerugian Capai Rp11,5 Miliar
Waspadalah, Ini Jenis-jenis...
Waspadalah, Ini Jenis-jenis Penipuan di Online Shop yang Sering Terjadi
Kisahnya Dijadikan Film,...
Kisahnya Dijadikan Film, Berikut 10 Tukang Tipu Paling Terkenal
Demi Cuan, Waspadai...
Demi Cuan, Waspadai Modus-modus Pengemis Gadungan Ini
5 Mobil Mewah dan Rp52,5...
5 Mobil Mewah dan Rp52,5 Miliar Disita dalam Kasus Penipuan Robot Trading NET89, Bareskrim Polri Ungkap Aset Terka
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
12 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved